BADUNG persindonesia.com – Menjelang Hari Raya Galungan pada 23 April 2025 dan Kuningan pada 3 Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Badung menunjukkan kepedulian nyata terhadap warganya. Sebanyak 88.594 Kepala Keluarga (KK) beragama Hindu yang ber-KTP Badung menerima bantuan sosial keagamaan senilai Rp 2 juta per KK.
Program bantuan ini hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat yang kerap menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam penyerahan simbolis yang berlangsung di Wantilan Pura Dalem Jati, Desa Adat Penarungan, Mengwi (16/4), menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari intervensi fiskal daerah.
“Kami ingin masyarakat bisa merayakan Galungan dan Kuningan dengan layak, tanpa dibayangi tekanan ekonomi,” ujar Adi Arnawa.
Selain di Mengwi, kegiatan serupa juga dilakukan di Wantilan Pura Dalem, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani. Bantuan ini, menurut Bupati Adi, bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata dari kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan daya beli masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari “Sapta Kriya Adicipta” , tujuh program unggulan Pemkab Badung yang berfokus pada kesejahteraan dan pelestarian nilai-nilai lokal seperti adat, agama, tradisi, dan seni budaya Bali.
Distribusi di Enam Kecamatan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, AA Ngurah Raka Sukaeling, menjelaskan bahwa distribusi bantuan mencakup seluruh enam kecamatan di Badung. Berikut rinciannya:
Mengwi: 25.541 KK, Abiansemal: 23.208 KK, Petang: 8.380 KK, Kuta Utara: 9.452 KK, Kuta: 5.528 KK, Kuta Selatan: 16.485 KK.
Dana bantuan bersumber dari APBD Badung tahun anggaran 2025. Selain membantu warga merayakan hari raya dengan tenang, program ini juga diharapkan mampu meredam tekanan psikososial dan ekonomi, terutama di kalangan rentan. “Kami ingin memastikan semua warga merasakan keadilan sosial, terlebih di momen sakral seperti Galungan dan Kuningan,” kata Raka Sukaeling.
Dengan program ini, Pemkab Badung tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kohesi sosial di tengah masyarakat.@*






