Persindonesia.com Badung – Dalam mematikan kesehatan hewan khususnya babi yang akan di potong jelang hari raya Galungan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung (Dispertan) Badung akan menurinkan tim keswhatan. Setidaknya kini. Dispertan akan menerjunkan 60 anggota tim yang terdiri dari dokter hewan, fungsional veteriner dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Udayana.
Kegiatan pemeriksaan babi memang menjadi kegiatam rutin. Namun kali ini pihaknya tidak menginginkan daging sang dikonsumsi masyarakat tidak baik. Mengingat pada Galungan kali ini disinyalir banyak babi yang di potong, seiring bertumbuhnya perekonomian di Bali khususnya Badung.
Perayaan Natal di Pekutatan, Wabup Ipat Dukung Toleransi Antara Umat Beragama
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wayan Wijana, mengatakan pemeriksaan terhadap ternak babi akan dilakukan secara meraton. Upaya ini untuk memastikan babi aman untuk dikonsumsi. “Jadi kita pastikan, babi yang di potong tidak terkena sakit. Sehingga rutin akan kita lakukan pemeriksaan,” jelasnya Senin 26 Desember 2022.
Pada pemediksaan babi tersebut, pihaknya akan menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem mulai tanggal 30 Desember sampai 2 Januari 2023. Bahkan pihaknya sendiri sudah menyiapkan 60 anggota tim yang terdiri dari dokter hewan, fungsional veteriner dan mahasiswa Fakultas Kedokteran.
LPEI Ajak Pengusaha Perempuan Indonesia Berkontribusi Perekonomian Nasional
“Jumlah anggota yang kita kerahkan kali ini cukup banyak, mengingat dengan kondisi saat ini kemungkinan banyak babi yang di potong,” ungkap Wayan Wijana
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan pada bagian organ dalam hewan. Seperti hati, limpa, dan paru. Jika tidak ditemukan penyakit, maka daging babi tersebut layak untuk dikonsumsi. “Kegiatan ini rutin dilaksanakan. Kami berharap daging yang dikonsumsi masyarakat Badung aman. Sehingga tidak terserang penyakit usai mengkonsumsi daging babi tersebut,” harapnya.
Pemkab Jembrana Kerahkan Ribuan Penari Rejang Renteng Saat Pemelaspas Sirkuit All In One
Terkait stok ternak babi, mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung menyebutkan jumlah populasi babi di Badung saat ini 24.082 ekor, sedangkan kebutuhan untuk hari raya ini tidak lebih dari 2.000 ekor. “Kami rasa stok yang tersedia akan mengcover seluruh permintaan babi. Untuk pemeriksaan petugas akan disebar ke semua kecamatan untuk pemeriksaan,” ujarnya.






