Badung Persindo – Ketua TP PKK dan Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menggelar kegiatan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Minggu (01/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari program yang sebelumnya diinisiasi oleh TP PKK Provinsi Bali dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali. Melalui kegiatan ini, sosialisasi dilakukan secara langsung kepada masyarakat agar gerakan kebersihan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan unsur masyarakat, di antaranya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Sekretaris Dinas PMD, Camat Petang, Penjabat Perbekel Desa Pangsan, jajaran TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, Yayasan Bunga Bali, serta anggota Gerakan Badung Peduli.
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang melibatkan kader PKK dan Posyandu Desa Pangsan. Suasana kebersamaan tampak hangat saat peserta mengikuti senam Adi Cipta dan senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai bentuk membangun semangat dan energi positif sebelum melaksanakan aksi sosial.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di sekitar Kantor Desa Pangsan serta penanaman pohon kamboja sebagai simbol komitmen terhadap penghijauan dan pelestarian lingkungan. Aksi ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Tidak hanya berfokus pada kebersihan, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah warga yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk penderita stroke, penyandang disabilitas, dan warga dengan epilepsi. Dalam kunjungan tersebut diserahkan bantuan berupa satu unit kursi roda dan paket sembako yang didukung oleh Dinas Sosial Kabupaten Badung serta Yayasan Bunga Bali.
Dalam sambutannya, Rasniathi menegaskan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu bukanlah milik organisasi semata, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat. Ia mengajak semua elemen, mulai dari anak-anak hingga tokoh masyarakat, untuk berperan aktif menjaga kebersihan dan menumbuhkan budaya gotong royong.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah dan kebersihan lingkungan semakin meningkat. Lebih dari sekadar menciptakan desa yang bersih, gerakan ini diharapkan mampu mewujudkan Desa Pangsan sebagai lingkungan yang sehat, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya.
@*






