Menteri HAM Natalius Pigai Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di RSIA IBI Surabaya, Soroti Evaluasi Dapur SPPG

Menteri HAM Natalius Pigai Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di RSIA IBI Surabaya

Surabaya, Persindonesia.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, melakukan kunjungan ke RSIA IBI (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Surabaya, Rabu (13/5/2026), untuk menjenguk pasien yang mengalami gejala keracunan makanan diduga akibat mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tembok Dukuh, yang dikelola SPPG Yayasan Damar Nusantara Indonesia.

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 10.30 hingga 11.30 WIB tersebut diikuti rombongan sekitar 15 orang. Turut hadir dalam kegiatan itu di antaranya Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemprov Jawa Timur, Imam Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Toar R.E. Mangaribi, Direktur RSIA IBI Surabaya Dr. Ramli, Wakapolsek Bubutan AKP Widodo, serta perwakilan dari SPPG Yayasan Damar Nusantara Indonesia.

Setibanya di lokasi, Natalius Pigai langsung menuju ruang perawatan pasien di Ruang Magnolia, ICU, dan Kanna untuk melihat secara langsung kondisi para pasien yang masih menjalani perawatan.

Dalam sesi tanya jawab bersama awak media, Natalius Pigai menegaskan bahwa program MBG pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan di lapangan harus dilakukan secara profesional, khususnya dalam pengelolaan dapur SPPG.

“Apabila dalam pelaksanaannya terdapat pengolahan makanan yang tidak baik atau tidak profesional, maka operasionalnya harus dihentikan dan digantikan dengan pengelola yang lebih profesional,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi penanganan medis yang dilakukan pihak RSIA IBI Surabaya. Dari sekitar 130 pasien yang sebelumnya dirawat, kini hanya tersisa tujuh pasien yang masih menjalani rawat inap.

Selain itu, Menteri HAM RI menyoroti perlunya evaluasi terhadap dapur SPPG yang melayani banyak sekolah sekaligus. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas pelayanan dan pengolahan makanan, terlebih di Kota Surabaya yang memiliki jumlah siswa cukup besar.

Usai kegiatan, sekitar pukul 11.25 WIB, Natalius Pigai beserta rombongan meninggalkan RSIA IBI Surabaya untuk melanjutkan agenda berikutnya menuju DPRD Kota Surabaya.

Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, serta memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi kesehatan dan gizi anak-anak. (Red-sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *