SURABAYA, Persindonesia.com — Umat Islam kembali diingatkan untuk mempersiapkan diri menyambut Malam Nisfu Sya’ban, yang jatuh pada Senin malam Selasa, 2 Februari 2026, bertepatan dengan malam ke-15 bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah.
Malam istimewa ini diyakini sebagai salah satu malam penuh rahmat, ampunan (maghfiroh), serta pengabulan doa bagi hamba yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam berbagai literatur dan tradisi keIslaman, Malam Nisfu Sya’ban dipandang sebagai momentum spiritual yang sangat penting. Pada malam ini, Allah Ta’ala membuka pintu pengampunan seluas-luasnya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, bertaubat, serta berupaya memperbaiki diri. Karena itu, Nisfu Sya’ban menjadi ruang refleksi untuk menata ulang niat, membersihkan hati, dan memperkuat hubungan vertikal dengan Sang Pencipta.
Sejak selepas Maghrib, umat Islam dianjurkan menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai amalan ibadah, dzikir, serta doa. Salah satu amalan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Muslim Indonesia adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat dan harapan yang berbeda.
Pembacaan Surah Yasin pertama diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan, ketakwaan, dan keistikamahan kepada Allah Ta’ala. Surah Yasin kedua dibaca sebagai doa agar Allah melapangkan rezeki yang halal serta menjauhkan diri dari segala bentuk bala dan musibah. Sementara Surah Yasin ketiga dipanjatkan sebagai ikhtiar batin agar iman dan Islam tetap terjaga hingga akhir hayat.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, tahmid, dan takbir, serta memanjatkan doa-doa dengan penuh kekhusyukan. Malam Nisfu Sya’ban diyakini sebagai malam yang mustajab, di mana doa-doa yang dipanjatkan dengan keikhlasan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Keutamaan Nisfu Sya’ban dalam Pandangan Ulama
Imam Al-Ghazali rahimahullah menyebut Malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang sarat dengan syafaat dan pertolongan Allah. Dalam penjelasannya, malam ini menjadi titik penting dalam perjalanan spiritual umat Islam, di mana catatan amal selama satu tahun diperbaharui dan limpahan kebaikan dianugerahkan sebagai bagian dari evaluasi dan persiapan menuju fase ibadah berikutnya.
Makna tersebut menegaskan bahwa Nisfu Sya’ban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana pembentukan karakter, penguatan iman, dan perbaikan akhlak dalam kehidupan sosial.
Statement Advocate Musrifah S. Sos., S.H.
Menanggapi keutamaan Malam Nisfu Sya’ban, Advocate Musrifah S. Sos., S.H. menekankan bahwa malam ini harus dimaknai secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum pembenahan moral dan spiritual umat.
“Malam Nisfu Sya’ban adalah pengingat bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk kembali kepada Allah dengan hati yang bersih. Ini adalah malam ampunan, malam refleksi, dan malam harapan bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan modern yang sarat dengan tekanan sosial, ekonomi, dan hukum, umat Islam perlu menjadikan Nisfu Sya’ban sebagai titik jeda spiritual untuk menenangkan batin dan meluruskan kembali orientasi hidup.
“Sebagai seorang praktisi hukum, saya meyakini bahwa keadilan sejati lahir dari hati yang bersih dan iman yang kuat. Malam Nisfu Sya’ban mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran batin,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban dengan doa, dzikir, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, termasuk mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan.
“Mengajak kepada kebaikan adalah bentuk tanggung jawab moral. Setiap amal yang diamalkan dan dibagikan, insya Allah menjadi sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir,” pungkasnya.
Menghidupkan Malam Penuh Ampunan
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim). Hadits ini menjadi penguat bahwa menyampaikan dan mengajak kepada amalan kebaikan, termasuk menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban, merupakan bagian dari ibadah yang bernilai tinggi.
Malam Nisfu Sya’ban diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar dihidupkan sebagai momentum perubahan diri, penguatan iman, serta persiapan spiritual menuju bulan suci Ramadhan.
Dengan penuh harap, umat Islam menyambut Malam Nisfu Sya’ban sebagai malam maghfiroh, malam doa, dan malam penguatan iman demi meraih kehidupan yang lebih berkah dan diridhai Allah SWT.
Wallahu a’lam bish-shawab.( Red )






