Persindonesia.com Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana di bawah kepemimpinan Bupati I Nengah Tamba memiliki rencana untuk merevitalisasi pasar umum Negara. Revitalisasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan fungsi pasar mulai dari sarana dan prasarana. Rencana ini mencakup pembaharuan kios dan los, penambahan fasilitas, penataan taman, perluasan area parkir, dan penyediaan ruang terbuka hijau.
Revitalisasi ini dianggap mendesak karena pasar tersebut belum direnovasi selama puluhan tahun. Saat ini, banyak bangunan di pasar yang rusak, termasuk yang bocor dan instalasi listrik yang perlu diperbaiki untuk menghindari kebakaran. Selain itu, kunjungan pembeli ke pasar juga mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Di jaman modern seperti sekarang cenderung masyarakat memilih berbelanja di toko modern selain pelayanannya ramah kondisinya pun terlihat bersih segala macam barang pun tersedia disana. Lain dengan Pasar Umum Negara kondisi terlihat jorok sehingga perubahan diperlukan untuk mengimbangi toko-toko modern yang kondisinya dan kebersihan terjamin.
Hp Android Pemicu Meningkatnya Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Jembrana
Konsep desain awal yang telah disosialisasikan adalah pasar dengan dua lantai, namun tetap mempertahankan ciri khas sebagai pasar tradisional. Pembiayaan proyek ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui anggaran APBN sebesar Rp 160 miliar. Melalui revitalisasi ini, pasar umum Negara diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga menjadi ikon pariwisata dengan daya tarik aliran sungai yang membelah pasar menjadi dua bagian, yang akan dibangun jembatan kaca di atasnya.
Sebagai pasar terbesar di Kabupaten Jembrana, Pasar Negara memiliki nilai sejarah yang kaya. Letaknya yang strategis menjadikan pasar umum Negara sebagai representasi dari wajah kota. Pasar Negara pertama kali didirikan pada tahun 1955, kemudian diperluas di sebelah utara sungai pada tahun 1975. Pada tahun 1983, seiring dengan perkembangan perekonomian di Kabupaten Jembrana, dibangunlah pertokoan di sebelah utara yang dekat dengan jalan raya Ngurah Rai. Saat ini, pasar memiliki luas total 9860 m2 dengan 645 kios dan 336 bangunan los.
IDI Cabang Tangerang Gelar Aksi Damai Di Depan Gedung DPR – MPR, Minta RUU Kesehatan Distop
Dari catatan Dinas Koperindag Jembrana, pasar umum Negara juga beberapa kali mengalami kebakaran. Pada tahun 2003, bangunan pasar di sisi selatan sungai mengalami kebakaran yang mengakibatkan 283 unit kios dan 86 unit los hancur. Pada awal tahun 2004, dilakukan revitalisasi pasar yang selesai pada akhir tahun 2004 dengan bantuan dari lembaga keuangan/perbankan. Hingga saat ini, Pasar Umum Negara belum menerima bantuan anggaran untuk revitalisasi baik dari APBD maupun APBN (DAK).
Sejatinya, upaya untuk merevitalisasi pasar umum Negara telah beberapa kali muncul. Bangunan pasar yang sudah tua dan rusak di beberapa titik dianggap perlu diperbaiki. Bahkan, ide revitalisasi tersebut telah muncul sebanyak tiga kali sejak pemerintahan Bupati I Gede Winasa dan juga pada masa Bupati I Putu Artha. Namun, upaya revitalisasi tersebut akhirnya terhenti karena berbagai alasan, termasuk usulan yang tidak dapat direalisasikan dan usulan revitalisasi yang diterima namun tidak terwujud karena kurangnya anggaran dari pemerintah pusat.
Luar Biasa, AA Prabu Natha Negara PGA, Sabet Dua Emas Porsenijar
Saat ini, pada masa pemerintahan Bupati I Nengah Tamba, usulan revitalisasi kembali muncul. Ide ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat yang siap menyediakan anggaran dari APBN dengan total anggaran fantastis sebesar Rp 160 miliar. Upaya revitalisasi ini juga dianggap mendesak seiring dengan penurunan jumlah kunjungan ke pasar serta berkurangnya hasil retribusi. Khawatir bahwa pasar umum Negara akan ditinggalkan karena persaingan, revitalisasi diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat dengan bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih rapi. Red






