Meski Peringkat 3 Penjaringan Perangkat Desa Banjarayar Tetap Gagal Dilantik

PersIndonesia.com, Tegal – Proses penjaringan perangkat Desa Banjarayar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal telah memasuki tahap akhir.

Dari 28 pendaftar, 25 peserta mengikuti tes yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Balapulang.

Tiga peserta dengan nilai tertinggi seharusnya dilantik pada Jumat, 9 Mei 2025, di Balai Desa Banjarayar.

Tiga nama yang tercantum dalam daftar nilai tertinggi adalah Moh. Yusuf Maulana (nilai 87,2), Shofi Amalia (75,4), dan Sepi Puspita Libranti (74,6).

Namun, secara mengejutkan, hanya dua nama yang dilantik: Moh. Yusuf Maulana dan Shofi Amalia. Satu nama lain yang dilantik adalah Lunfi Faizal (nilai 72,4), yang secara peringkat berada di bawah Sepi.

Menurut keputusan Kepala Desa Banjarayar, Sepi Puspita tidak mendapat rekomendasi dari Bupati Tegal untuk dilantik sebagai perangkat desa.

Sepi mengaku kecewa atas keputusan tersebut dan menyampaikan protes langsung kepada Kepala Desa.

“Saya heran kenapa saya tidak dilantik, padahal nilai saya lebih tinggi,” ujar Sepi saat diwawancarai oleh PersIndonesia.com pada Sabtu, 10 Mei 2025 di kediamannya.

Dalam protesnya, Sepi menuturkan bahwa Kepala Desa menyampaikan alasan bahwa pemerintahan desa membutuhkan perangkat desa laki-laki.

“Kalau perangkat desa terlalu banyak perempuan, akan ribet dalam urusan pemerintahan desa,” ujar Kepala Desa di hadapan Sepi.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Banjarayar belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait keputusan tersebut.(red/Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *