JEMBER, Persindonesia – Ratusan warga binaan di Lapas kelas II A Jember menggelar doa bersama dan sholat gaib untuk arwah korban tewas di Lapas Tanggerang beberapa waktu lalu.
Plt Kalapas Jember Sarwito saat dihubungi awak media melalui ponselnya mengaku sedang melaksanakan sholat gaib bersama para napi atau warga binaan di lingkungan Lapas yang dipimpinnya.
“Lagi acara sholat gaib sama tahlilan untuk duka yang di Lapas Tanggerang,” kata Sarwito, Kamis (9/9/2021).
Agar kasus serupa tidak terjadi di Lapas Jember, Sarwito mengatakan telah melakukan penguatan jajaran dan warga binaan.
“Kemarin kita tim recek ke dalam ke seluruh blok hunian dalam rangka antisipasi adanya instalasi listrik (di luar) sewajarnya. Kita sudah keliling,” tambah dia.
“Alhamdulillah (tim tidak menemukan aliran listrik tidak wajar) untuk antisipasi (terjadinya penyebab kebakaran),” sambungnya.
Untu memastikan keamanan jaringan kelistrikan ihak Lapas juga sedang berkordinasi dengan pihak PLN.
“Pak Dirjen (Lapas) juga memerintahkan agar melakukan recek kita juga sudah berkordinasi dengan PLN untuk recek lebih lanjutnya, pihak PLN nanti ketempat kita untuk recek jaringan-jaringan instalasi listrik siapa tahu ada pembenahan-pembenahan,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis dari informasi yang dihimpun, sebanyak 44 orang napi atau warga binaan Lapas Tanggerang tewas akibat peristiwa kebakaran. Lapas Tanggerang sendiri saat ini diketahui telah kelebihan kapasitas dan terbakar pada hari Rabu pagi (8/9/2022).
Napi yang tewas kebanyakan dari blok khusus narapidana narkoba. Diduga penyebabnya akibat buruknya jaringan kelistrikan lapas sehingga menyebabkan hubungan arus pendek atau konsleting. (Yudi)






