Surabaya, Persindonesia, – Tragis, Doni penjual pentol yang biasa mangkal di daerah Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya, pada hari Sabtu, 26 Juni 2021 pukul 10.15 wib. menjadi korban pemukulan oleh oknum Pimpinan Redaksi media Online berinisial AB dan disaksikan oleh kedua teman pelaku.

Doni sebagai korban pemukulan dan juga anggota LAN ( Lembaga Anti Narkotika ), datang melaporkan ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polrestabes Surabaya, Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Doni datang melapor ke SPKT Polrestabes Surabaya, Selasa, 30/06/2021 pukul 11.30 wib, dampingi oleh istri, rekan-rekan (LAN) dan Kuasa Hukumnya.
Setelah menjalani pemeriksaan oleh petugas, Doni keluar dari ruangan SPKT, menunjukkan Surat Tanda Bukti Lapor dengan Nomor: TBL-B/549/VI/RES.1.6/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya.
“Kejadiannya pada hari Sabtu sekitar pukul 10.15, waktu itu saya kirim pesanan pentol untuk salah satu perawat di RS Mata Undaan, setelah mengantar pentol, waktu saya keluar ketemu dengan oknum tersebut, saya langsung sapa dan mengulurkan tangan niat saya mau jabat tangan, lah kok malah tangan saya di tarik lalu saya dipukul berkali-kali dengan membabi buta hingga saya terjatuh,” kata Doni saat memberikan keterangan kepada teman-teman Media.
“Kamu itu CEPU kalau kamu melaporkan ke pihak berwajib keluargamu akan saya habisin,” itu yang oknum tersebut katakan pada saya.
“Kami minta kepada Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya untuk segera menangkap pelaku penganiayaan klien kami saudara Doni,” kata Bung Taufiq S.I.Kom, S.H, M.H, (Kuasa Hukum Doni).
Sampai berita ini beredar teman-teman media yang tergabung di WAG SOLIDARITAS INSAN PERS mengutuk keras atas perbuatan oknum Pimpred Media Online tersebut dan siap mengawal jalanya proses hukum keadilan untuk saudara Doni si Penjual Pentol. ( Anang Takim )






