OOCL Apresiasi Sistem Real Time Terminal Teluk Lamong, Surabaya Didorong Jadi Hub Logistik

OOCL Apresiasi Sistem Real Time Terminal Teluk Lamong, Surabaya Didorong Jadi Hub Logistik

SURABAYA, Persindonesia.com — OOCL Shipping Lines mengapresiasi penerapan sistem pemantauan operasional secara real time di PT Terminal Teluk Lamong (TTL). Teknologi tersebut menjadi salah satu perhatian jajaran manajemen OOCL saat mengunjungi Terminal Teluk Lamong, Surabaya pada hari Kamis 17 September 2026.

Kunjungan tersebut juga membuka pembahasan mengenai potensi Surabaya untuk terus memperkuat perannya sebagai hub port yang mendukung konektivitas logistik, khususnya menuju kawasan Indonesia Timur.

Regional Group General Manager ASNG OOCL Shipping Lines Karen Lam melihat penerapan teknologi di TTL mampu memberikan gambaran langsung mengenai aktivitas operasional terminal.

“Kami terkesan dengan Integrated Planning and Control Room TTL yang memungkinkan operasional dipantau secara real time, termasuk bagaimana Automated Stacking Crane (ASC) beroperasi di lapangan,” ujar Karen.

OOCL Tinjau Pengendalian Operasional

Dalam rangkaian kunjungan, Karen Lam hadir bersama Regional General Manager Indonesia Aaron Chen dan Branch Manager Surabaya Samsuar, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait bersama jajaran manajemen TTL menyambut rombongan tersebut.

Setelah melakukan pertemuan, jajaran OOCL meninjau Integrated Planning and Control Room (IP&C) TPK Teluk Lamong. Fasilitas tersebut mengintegrasikan proses perencanaan, pemantauan, dan pengendalian kegiatan operasional terminal secara real time.

Rombongan juga melihat penerapan Automated Stacking Crane (ASC) dalam mendukung kegiatan operasional di lapangan. Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya TTL meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan terminal sekaligus memberikan layanan yang responsif kepada pengguna jasa.

TTL Perkuat Kolaborasi dengan Shipping Line

David mengatakan TTL terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan perusahaan pelayaran. Menurutnya, hubungan yang erat dengan shipping line menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan terminal.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk bertukar perspektif sekaligus memperkuat komunikasi dengan OOCL. Bagi TTL, hubungan yang erat dengan shipping line merupakan fondasi penting dalam menghadirkan layanan yang semakin andal, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa,” kata David.

TTL, lanjut David, akan terus meningkatkan kapabilitas operasional, kualitas layanan, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan arus perdagangan melalui Surabaya. Surabaya Berpotensi Perkuat Konektivitas Indonesia Timur

Selain membahas operasional terminal, pertemuan TTL dan OOCL turut menyoroti posisi strategis Surabaya dalam jaringan logistik nasional.

Karen mengatakan Surabaya memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai hub port bagi Indonesia Timur.

“Surabaya memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai hub port bagi Indonesia Timur. Di tengah tantangan pengembangan di Jakarta dan Semarang, Surabaya dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat konektivitas dan jaringan logistik,” ujar Karen.

Pandangan tersebut menjadi salah satu poin pembahasan dalam kunjungan OOCL ke TTL. Kedua pihak juga membahas dinamika industri pelayaran dan logistik serta peluang peningkatan kolaborasi untuk mendukung kebutuhan layanan OOCL pada masa mendatang.

Melalui penguatan kerja sama dengan perusahaan pelayaran dan pemanfaatan teknologi operasional, TTL terus mengembangkan layanan terminal untuk mendukung konektivitas logistik melalui Surabaya. (Red-Wied/timsby)