Bondowoso, Persindonesia -” MIRIS” – Banyaknya Melon Kosong LPG 3 kg yang tidak terisi dan bahkan sulit dicari ( langka) keberadaannya. Sedangkan Instansi terkait tidak mampu mengantisipasi persoalan ini, sedangkan masyarakat kalangan bawah menjerit dikarenakan sulitnya mencari tabung melon 3 kg untuk di beli, sehingga menjadi sebuah pertanyaan besar ” Betulkah tabung Melon 3 kg langka?”.
Dari kejadian dan persoalan yang timbul diatas membuat banyak kalangan terutama para rekan rekan Jurnalis, Lsm dan Ormas terketuk hatinya untuk melakukan evaluasi, monitoring maupun investigasi baik dari Distributor ke Agen dan Agen pengecer dengan Harga Normal dan terdistribusi dengan baik namun yang menjadai pertanyaan besar” Mengapa Para Agen Pengecer dihampir semua titik mengatakan tidak terdistribusi hingga saat ini, kurang lebihnya hampir satu bulan dan kalau memang terdistribusi itupun sangatlah terbatas dengan harga yang fantastis diatas rata rata, ada apa?. Perlu kiranya untuk ditindak lanjuti.
Dilihat dari sudut pandang dasar hukum yang ada, Perbub hanya mengatur Distributor dan Agen bukanlah Agen dengan Agen Pengecer yang menyebabkan adanya indikasi PERMAINAN BUSUK pada oknum agen nakal tersebut karena terkesan tidak tersandung hukum dan sangat mampu menjadi hewan buas yang menghabisi masyarakat walaupun tahu Gas Elpiji 3 kg adalah Kebutuhan Pokok mereka (masyarakat).
Ada Apa dengan Pemerintah Bondowoso saat ini ?
Dilihat dari sudut pandang wilayah pengawasan distribusi Gas Melon 3 kg ini adalah DISKOPERINDAG dan perwakilan PERTAMINA yang ada di Kabupaten Bondowoso lalu mengapa tidak mampu memberikan solusi rasa tenang ke masyarakat dan bahkan anehnya membiarkan harga beli gas melon 3 kg bergulir bak bola liar tampa ada perhatian dari Dinas terkait(Diskoperindag) malah yang melakukan tindakan langsung untuk mencoba mencari solusi terbaik untuk hentikan jeritan masyarakat ini adalah Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso dengan bersurat meminta penambahan secara kalkulatif untuk memenuhi kurangnya Gas Melon 3 kg.
Mengapa harus melalui agen ? mengapa tidak ada SPBJ – SPBJ mini saja yang dibangun untuk mengisi Gas Elpiji yang kosong sehingga harga menjadi terjangkau ke masyarakat ? , katakanlah dengan membagi 4 wilayah di Kabupaten Bondowoso di bangun 4 titik SPBJ mini khusus pengisian Gas Elpiji seperti halnya SPBU yang langsung memberikan kebutuhan BBM kepada masyarakat yang tentunya akan menghilangkan permainan – permainan yang mampu dibuat oleh mereka yang tidak memilik SISI KEMANUSIAAN.
Melon Hijau kossong yang melanda masyarakat Bondowoso, adalah total TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH sepenuhnya, dengan membiarkan jeritan masyarakat terus berlangsung berarti menandakan ketidak mampuaan menjadi Penguasa didalam Kabupaten ini dan apakah masiih diperlukan Kursi Penguasa diisi oleh mereka yang tidak perduli dengan jeritan masyarakatnya ?
Sekali lagi ” MIRIS DAN MIRIS“. (TIM)
Sumber : Dari Berbagai Nara Sumber / Masyarakat






