Pasca Longsor, 3 KK Yang Berada di Pinggir Tebing Diminta Waspada

Klungkung,PersIndonesia.Com- Kejadian longsoran tebing yang berada diperbatasan Klungkung-Gianyar tepatnya sebelah Timur Jembatan Tukad Melangit Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung yang terjadi pada hari Minggu (12/1/25) sekitar 10.30 Wita mengakibatkan akses jalan tertutup, sehingga dilakukan pengalihan arus.

Untuk segera bisa kembali membuka akse jalan yang tertutup, BPBD Klungkung bersama TRC BPBD Provinsi Bali, Damkar Klungkung, Dinas PUPR Klungkung , Kepolisian, serta masyarakat sekitar melakukan upaya penanganan.

Baca Juga : Pesan Leluhur dan Kutukan Alam, Wayan Koster Tegaskan Pentingnya Harmoni Alam

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Klungkung, I Putu Widiada mengatakan setelah menerima laporan berselang 15 menit pihaknya meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan pembersihan. Dalam penanganan turut melibatkan TRC BPBD Provinsi Bali, Damkar Klungkung, Dinas PUPR Klungkung, Polsek Banjarangkan, Polsek Gianyar dan masyarakat sekitar.

Selain tertutup longsoran tanah akses Jalan Klungkung-Gianyar juga tertutup oleh pohon bambu yang ikut tergerus terbawa longsoran. Dan Tim yang ada secara sigap melakukan upaya pembersihan. “Astungkare hasil dapat tertangani berkat kerja keras Tim semua, sehingga akses jalan kembali normal”, ujarnya.

Menurutnya, terdapat 3 Kepala Keluarga (KK) dengan total 14 Jiwa yang terdampak dikarenakan rumah yang ditempati berada dipinggir tebing yang longsor itu. Adapun KK yang terdampak yaitu KK I Ketut Wija (53), KK I Nyoman Kayun (74) dan KK I Ketut Karep (65).

Untuk KK I Ketut Wija terdiri atas 5 jiwa (2 laki-laki dan 3 perempuan) sementara KK I Nyoman Kayun terdiri atas 5 jiwa (2 laki-laki dan 3 perempuan) dan untuk KK I Ketut Karep terdiri atas 4 jiwa (2 laki-laki dan 2 perempuan).

“Kami harap bagi 3 KK yang ada tersebut agar waspada mengingat secara umum gangguan akses masih akan terjadi kapan saja mengingat masih berlangsungnya musim hujan dan kondisi longsoran susulan akan dapat terjadi”, ucap Widiada.

Baca Juga : Tanah Setinggi 30 Meter Longsor, Akses Jalan Klungkung-Gianyar Alami Kelumpuhan

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Klungkung terpilih periode 2025-2030, I Made Satria menyampaikan kejadian ini tentunya membuat kami perihatin. Dengan gerak cepat yang dilakukan oleh BPBD Klungkung dan Tim melakukan penanganan sehingga akses jalan yang tertutup bisa dibuka kembali.

Kejadian ini adalah pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama di musim hujan seperti sekarang. “Kedepan kami akan berupaya keras untuk mengurangi risiko bencana di wilayah ini ke depannya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, setelah memastikan langkah awal pembersihan material longsor berjalan dengan baik, dirinya meminta BPBD Kabupaten Klungkung untuk melakukan pendataan lebih lanjut, yang mencakup panjang tebing yang telah longsor, lokasi yang berpotensi rawan longsor, serta rumah-rumah penduduk yang berada di pinggir tebing dan zona rawan bencana.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko lebih besar dan memastikan keselamatan warga. “Kami meminta BPBD Klungkung untuk segera mendata kondisi tebing dan rumah-rumah warga di wilayah rawan longsor. Selain itu, masyarakat yang berada di zona berbahaya juga kami himbau agar selalu waspada demi menghindari jatuhnya korban,” terang I Made Satria.

Ia juga menegaskan pentingnya penanganan jangka panjang terhadap bencana ini. Oleh karena itu, dirinya segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Bali dan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Nyoman Suwirta, untuk memastikan terkait langkah-langkah strategis yang dapat diambil. “Seiring dengan intesitas curah hujan yang tinggi yang melanda saat ini, kami berharap masyarakat Klungkung agar selalu waspada dalam beraktifitas. Meskipun musibah tidak bisa diprediksi datangnya, dengan tetap waspada sekiranya bisa meminimalisir resiko”, pungkasnya. (DK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *