Pelaku Pencetak KTP Untuk WNA Ternyata Staf Kontrak Camat Denpasar Utara

Persindonesia.com Denpasar – Pelaku pencetakan adminduk WNA tersebut merupakan staf kontrak di Kecamatan Denpasar Utara, setelah dilakukan pengecekan langsung oleh Tim Disiplin dari Pemkot Denpasar. Pelaku juga sudah diberikan Tindakan tegas berupa pemecatan

Saat dikonfirmasi awak media, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mendukung proses hukum yang telah berjalan terkait Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki administrasi kependudukan baik e-KTP maupun kartu keluarga (KK) Denpasar. “Kami sangat mendukung dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Mantap! Jembrana Dapat Penghargaan UHC Award 2023 dari Mendagri Tito Karnavian

Jaya Negara menuturkan, dalam penerbitan dan pencetakan adminduk tidak ada permasalahan karena syarat administrasi untuk keperluan penerbitan dokumen sudah sesuai. Jika dilihat prosesnya, berkas permohonan dinyatakan sudah lengkap oleh system, maka petugas melakukan proses penerbitan adminduk. Namun demikian, identitas kependudukan WNA tersebut saat ini  telah di blokir sejak Pebruari lalu.

Namun yang menjadi permasalahan kata Jaya Negara dalam pengurusan adminduk WNA tersebut ada indikasi pemalsuan dokumen yang menjadi penyebab permasalahan atau terbitnya Dokumen Adminduk WNA tersebut.

Antisipasi WNA Miliki KTP Ilegal, Polres Jembrana Terus Melakukan Sidak

“Yang jelas untuk syarat sudah benar dan sesuai sehingga itu diproses, kalau sudah sesuai kami tidak bisa tidak memproses. Akan tetapi itu ada indikasi pemalsuan dokumen. Ini yang menjadi evaluasi kami ke depannya agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar lebih jeli lagi menempatkan orang yang bisa memverifikasi yang benar-benar ditunjuk. Walaupun benar secara administrasi minimal benar juga secara keseluruhan,” sambungnya.

Pihaknya sudah melakukan rapat dengan Sekda Kota Denpasar, Disdukcapil dan seluruh  Camat untuk melakukan evaluasi agar hal semacam ini tidak terjadi lagi. Jika ini terus terjadi dan berdampak pada keamanan Kota Denpasar ini tentu sangat disayangkan sekali. “Kami mohon maaf atas kejadian ini. Hal ini juga sebagai pelajaran untuk kami, jika ini terus terjadi maka akan berimbas pada keamanan kita khususnya di Kota Denpasar,” pungkasnya. editor Sur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *