Eksplorasi Kontradiksi dan Kebebasan Estetik Romi di Santrian Gallery
DENPASAR Persindonesia.com – Santrian Gallery kembali menghadirkan ruang dialog bagi perkembangan seni rupa kontemporer Bali melalui pameran yang menempatkan seni sebagai pengalaman (art as experience). Dalam pameran ini, setiap goresan kuas tidak sekadar menjadi elemen visual, melainkan jejak interaksi intens antara subjek, medium, serta respons seniman terhadap realitas sosial yang melingkupinya.
Kanvas-kanvas yang dipamerkan bertransformasi menjadi ruang uji coba sekaligus arena eksperimentasi personal. Proses kreatif Romi tampak tidak diarahkan pada pencarian keseragaman, tetapi justru pada keberanian merangkul ketegangan, perbedaan, dan kontradiksi sebagai bagian tak terpisahkan dari praktik artistik.
Pengunjung diajak menggeser cara membaca karya seni: dari upaya mencari koherensi formal menuju pemahaman yang lebih terbuka atas perbedaan gaya dan pendekatan. Variasi visual yang hadir ditegaskan bukan sebagai kegagalan konseptual, melainkan sebagai pernyataan kemerdekaan berpikir. Dalam konteks ini, Romi memegang otoritas penuh atas setiap keputusan estetiknya, tanpa rasa takut pada ketidakpastian makna.
Dukungan terhadap semangat keberagaman ekspresi ini disampaikan oleh Santrian Gallery melalui perwakilannya, Made Dolar Astawa. Ia menegaskan komitmen galeri untuk terus membuka ruang bagi seniman Nusantara dalam mengembangkan seni rupa secara inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui pameran ini, kami berharap vitalitas kreatif seniman Bali terus tumbuh, bereksperimen, dan menghadirkan warna baru bagi publik luas,” ujarnya.
Pameran ini sekaligus menegaskan posisi Santrian Gallery sebagai ruang penting bagi pertemuan gagasan, kebebasan estetik, dan dinamika seni rupa kontemporer Bali.
(Gs Karang).






