Pembersihan Sisa Bangunan Pasar Negara Ditargetkan Selasai Pertengahan Bulan

Persindonesia.com Jembrana – Revitalisasi Pasar Umum Negara sampai saat ini masih dalam proses pembongkaran. Pembongkaran bangunan tersebut ditargetkan rata sebelum tanggal 17 September 2023. Proses pembongkaran tersebut sempat molor lantaran para pedagang sempat menolak revitalisasi tersebut.

Pantauan awak media, hingga hari ini proses pemerataan masih menyisakan pemisahan besi bekas bangunan di wilayah pasar sebelah selatan. Beberapa pekerja masih melakukan pemisahan besi-besi sisa bangunan untuk dikumpulkan, sedangkan pasar sebelah utara terlihat sudah rata.

Miris…!, Seorang ODGJ Di Bacok Tetangganya Sendiri

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah I Komang Wiasa mengatakan, sesuai hasil rapat, proses pemerataan dan pembersihan pasar ditargetkan bersih pada tanggal 17 September 2023.

“Setelah bersih nanti akan dilanjutkan dengan Ngeruak yang dipimpin oleh Sulinggih dari Griya Ketugtug pada hari Minggu (17/9/2023). Hari ini sudah dilakukan pemasangan pagar oleh pihak pemenang tender,” terangnya. Kamis (14/9/2023).

Diduga Sopir Ngantuk, Mobil Xenia Terjun ke Sungai Bilukpoh

Wiasa mengaku, untuk pemenang tender Pasar Umum Negara, akan dilakukan penandatanganan yang bertempat di Denpasar. “Penandatangannya akan dilakukan besok bagi pemenang tender di Denpasar. Hari ini mereka sudah mengukur untuk pemasangan pagar keliling,” jenisnya.

Disinggung terkait pengalihan aset daerah yang ada di Pasar Umum Negara, Wiasa mengaku telah menyelamatkan aset milik pemda dengan nilai sebesar 160 juta. “Uang tersebut sudah disetor ke kas daerah pada tanggal 22 Agustus 2023,” ungkapnya.

Ny. drg. Ida Setiawati Promosikan Kerajinan Bali pada Ajang Kriyanusa di JCC

Untuk tempat pura, Wiasa menerangkan, sebanyak 18 pelinggih sudah dibongkar yang ada di wilayah dalam pasar dituntun dijadikan satu dan dilinggihan (ditempatkan) arah kaje kangin nyejer (timur laut) sesuai konsep tatanan Hindu Bali.

“Untuk pura Melanting yang ada di tengah pasar hanya menunggu pematokan, kalau kena jalur dibongkar, yang tidak kena jalur dibiarkan terlebih dahulu sambil menunggu paruman sulinggih, mereka akan memutuskan. Sampai saat ini pura tersebut masih difungsikan oleh para pedagang,” ungkapnya. Sur

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *