Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan dana bantuan hibah secara simbolis saat menghadiri Puncak Karya Piodalan di Pura Melanting, Banjar Dlodpasar, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Rabu (18/6). (Foto: Hms Badung)
Badung – Upaya pelestarian adat dan budaya kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Badung. Hal ini terlihat saat Wakil Bupati Badung, I Ketut Bagus Alit Sucipta, menghadiri rangkaian upacara keagamaan di Pura Melanting, Banjar Dlodpasar, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Rabu (18/6).
Kegiatan yang dilaksanakan merupakan puncak dari rangkaian Karya Piodalan yang mencakup upacara Nyatur, Melaspas, Mepedagingan, dan Meresigana. Dalam momentum tersebut, Wabup Bagus Alit menyerahkan bantuan dana punia sebesar Rp 25 juta sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan di tingkat desa adat.
“Kami ingin tempat-tempat seperti Bale Banjar dan Pura menjadi pusat kegiatan masyarakat, baik untuk kegiatan spiritual, budaya, maupun pendidikan. Ini adalah bagian dari membangun peradaban berbasis kearifan lokal,” ujar Wabup Bagus Alit dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan pariwisata global. Oleh karena itu, Pemkab Badung telah menggulirkan berbagai program, mulai dari pelatihan Bahasa Inggris gratis hingga insentif administrasi kependudukan. Tak hanya itu, pada perubahan anggaran tahun 2025, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan tunai sebesar Rp 1 juta untuk warga lansia berusia 75 tahun ke atas.
Acara yang diselenggarakan dengan penuh khidmat tersebut turut dihadiri oleh Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, Perbekel Desa Taman I Gusti Made Sudarpa, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Prosesi keagamaan dipimpin oleh Ida Peranda Istri Mas Griya Sidemen Taman.
Ketua panitia karya, I Made Kupasada, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah atas bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, pembangunan Bale Banjar yang telah terealisasi pada tahun 2024 berkat bantuan dana Rp 2 miliar dari Pemkab Badung, dilanjutkan dengan pelaksanaan upacara adat yang dibiayai melalui APBDes sebesar Rp 300 juta.
“Dukungan dari pemerintah sangat berarti bagi kami. Ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya,” ungkapnya.
@k






