Tangerang,Persindonesia.com-Sebagian besar Masyarakat keluhkan sikap pemerintah yang kurang empati atau tidak memikirkan nasib masyarakat yang kurang mampu dengan menonaktifkan TV Analog,dan dengan minimnya bantuan Set Top Box (STB) ,di wilayah kampung cibelut RT 002 RW 01 Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang
Salah satu warga masyarakat kampung cibelut yang enggan disebutkan namanya merasa sangat keberatan dengan dihapusnya TV Analog,ia bingung karna TV adalah hiburan satu-satunya untuk anak-anaknya,ia merasa tidak mampu untuk membeli Set Top Box karna usaha sedang sulit
“Atuh saya mah merasa sangat keberatan soalnya kan anak-anak sayamah hiburannya cuman di TV di HP jarang semenjak TV yang banyak dihapus jadi yah nggak ada pilihan gitu, jadi ya nggak setuju sih sebenarnya mah ,ya mending kalau punya duit buat beli set top box apa-apa lah,kalau lagi nggak punyanya gimana ! enak yang lain mah yang pada punya duit bisa buat beli,kalau sayamah boro-boro buat beli begituan buat makan juga susah”,katanya saat dihubungi via WhatsApp.Kamis (03/11/2022)
Menurutnya ada beberapa warga yang dapat bantuan Set top box,dan ia menyayangkan tidak adanya pemberitahuan kepada dirinya secara langsung,hanya beberapa warga saja yang diberitahu
“Nah beberapa mah ada yang dapet bantuan, cuman seharusnya diberitahukan dulu dong,kalo gitu ya seperti secara diam-diam gitu,saya mah waktu itu gak tau bantuan apa maksudnya, antena buat apa , Sayakan gak ngerti bahwa TV sebagian akan dihapus “.
“Waktu itu ada siang-siang ABRI sama Jaro duduk di balenya rumah tetangga depan,kata saya ada bantuan apa? katanya antena antena gitu tapi kan saya mah gak tau gak ngerti , terus sayamah jalan aja”.gerutu bunga (nama samaran)
Bunga sangat menyesalkan sikap pemerintah yang telah menonaktifkan TV Analog, seharusnya pemerintah jangan dulu menonaktifkan TV Analog karna kita masih membangkitkan perekonomian dimasa pendemi Covid-19.
“Saya berharap kepada Pemerintah agar tidak mengambil keputusan dan kebijakan yang akan menjadi polemik dan kesulitan masyarakat dan harusnya adanya evaluasi dan kajian-kajian secara luas terhadap setiap kebijakan yang berhubungan dengan kepentingan rakyat,kita aja masih sulit karena pendemi”. pungkasnya
“Jujur sangat memberatkan dan sangat tidak setuju dan bukan saya aja mungkin Warga lain juga yang mungkin tv-nya masih tv tabung tv jaman dulu belum tentu bisa beli begituan,kalau memang mau diganti setidaknya merata dapat Set top box jangan dipilih-pilih,”
“Pemerintah ada ada aja udah sulit dibuat sulit,dari pada beli itu set top box mending buat beli beras”.sesalnya






