Pemkab Badung Dukung Pelestarian Adat, Wabup Bagus Alit Hadiri Upacara di Pura Pesimpangan Batur Punggul

Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Pesimpangan Batur, Banjar Tengah, Desa Punggul Abiansemal, Rabu (18/6). (Foto: Hms Badung)

Badung – Upaya pelestarian budaya dan spiritual masyarakat kembali diperlihatkan Pemerintah Kabupaten Badung melalui kehadiran Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta dalam Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih di Pura Pesimpangan Batur, Banjar Tengah, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Rabu (18/6).

Upacara suci ini juga dirangkaikan dengan prosesi Mapedudusan Alit, Melaspas, dan Mupuk Pedagingan yang dilaksanakan secara gotong-royong oleh masyarakat pengempon pura.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Wabup Bagus Alit menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 20 juta untuk mendukung pelaksanaan upacara. Tak hanya itu, bantuan juga diberikan untuk kelompok seni dan perempuan, yakni Rp 2,5 juta untuk Sekaa Angklung, Rp 2,5 juta untuk Penari Rejang, serta dana Rp 18 juta dari Pemerintah Desa Punggul.

“Karya seperti ini menunjukkan kekuatan spiritual dan sosial masyarakat. Gotong royong yang tulus dari krama sangat penting untuk menjaga keharmonisan, dan saya yakin ini akan mendapatkan restu dari Ida Bhatara,” ujar Wabup Bagus dalam sambutannya usai persembahyangan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah desa yang telah aktif mendukung kegiatan keagamaan dengan mengalokasikan bantuan untuk upacara. Menurutnya, ini menjadi contoh sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya Bali.

Kehadiran Wabup disambut hangat oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. Tampak hadir dalam acara tersebut Penglingsir Puri Punggul, Perbekel Desa Punggul I Kadek Sukarma, Bendesa Adat I Gusti Ngurah Wedastra, dan Kelian Pura I Gusti Ngurah Anom.

Manggala Karya, I Gusti Made Puja, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kehadiran Wabup di tengah masyarakat Banjar Tengah. Ia menjelaskan bahwa puncak upacara telah dilangsungkan pada 17 Juni, dilanjutkan dengan penganyaran serta rangkaian Nyegara Gunung dan Nyenuk pada 19 Juni.

“Bantuan dari Pemkab Badung sangat membantu kelancaran karya ini. Kami atas nama pengempon sangat berterima kasih karena berkat dukungan tersebut, upacara bisa berjalan lancar dan penuh makna,” ujarnya.

@k

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *