Persindonesia.com Jembrana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana telah melakukan assessment terkait dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada awal pekan lalu. Selain itu, Pemkab juga tengah menyiapkan berbagai skema bantuan untuk para korban terdampak, termasuk program bedah rumah bagi korban tanah longsor di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Peristiwa tanah longsor tersebut menyebabkan dua rumah warga hilang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa berbagai bencana alam akibat cuaca ekstrem telah dilakukan pendataan. “Sesuai data, peristiwa yang terjadi meliputi banjir, pohon tumbang, tanah longsor, rumah tertimpa pohon, hingga rumah yang disambar petir. Dari puluhan kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap Artana Putra saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2024).
Pasca kejadian, BPBD Jembrana langsung menurunkan personel untuk melakukan penanganan darurat. Beberapa langkah yang diambil di antaranya adalah pembersihan rumah warga yang terdampak banjir di wilayah Sangkaragung dan Pemedilan, Kecamatan Jembrana. Selain itu, akses jalan yang tertutup longsor di Yehembang, Kecamatan Mendoyo, juga sudah dibersihkan.
“Untuk korban jiwa tidak ada, namun kerugian material cukup besar. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan parah, terutama di wilayah Kedisan, Yehembang Kauh,” jelasnya.
Artana menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan beberapa skema bantuan sosial bagi warga terdampak bencana. Salah satu prioritas adalah program bedah rumah untuk dua rumah warga yang hilang akibat longsor di Banjar Kedisan. Bantuan ini akan disalurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana.
“Dua rumah warga yang hilang telah diusulkan untuk memperoleh bantuan bedah rumah. Salah satu rumah sebelumnya juga merupakan rumah yang sudah mendapat bantuan bedah rumah dari desa setempat,” tambahnya.
Selain itu, korban lain yang mengalami kerugian material atau kerusakan rumah akibat bencana juga akan mendapatkan bantuan sesuai tingkat kerusakan. Bantuan ini diusulkan ke Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah daerah.
“Yang terpenting adalah kebutuhan dasar korban, seperti sembako, karpet, matras, dan tenda, sudah kami salurkan,” tandas Artana.
Dengan langkah ini, Pemkab Jembrana berharap dapat meringankan beban para korban serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di masa mendatang. Humas






