Persindonesia.com Jembrana – Setelah dihajar, Pandemi Covid-19 kini Kabupaten Jembrana sedang menghadapi kasus rabies serta kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dan ASF. Dinas Pertanian dan Pangan (D2P) Kabupaten Jembrana telah mencatat hingga saat ini terjadi sebanyak 160 kasus tersebar di 46 desa dan kelurahan di Jembrana. Hal tersebut menandakan tran kasus rabies mengalami peningkatan dari tahun 2021 sebanyak 66 kasus.
Saat dikonfirmasi awak media Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama menuturkan, pihaknya Bersama tim masih dipusingkan dengan adanya kasus PMK ditambah lagi kasus ASF, akan tetapi kasus ASF sudah mereda.
Kendaraan Angkut Sapi Terjaring Razia PMK di Polsekta Jembrana
“Kami masih fokus dengan kasus PMK, selain itu juga kami masih menangani kasus rabies yang saat ini sudah tercatat sebanyak 160 ekor di 46 desa dan kelurahan,” terangnya.
Ia mengaku, dikarenakan petugas yang menangani kasus rabies itu sama timnya dengan petugas yang menangani PMK, pihaknya untuk saat ini memfokuskan penanganan PMK, akan tetapi untuk penanganan rabies tetap kita laksanakan.
Puluhan Mantan Pejabat Bondowoso Gelar Temu Kangen Di Hotel Palm
“Kita tetap juga menangani kasus rabies, seperti kemarin ada juga laporan anjing mengarah kita sudah tangani dan langsung melakukan vaksinasi disekitar lokasi. Terkait VAR, kami sudah siap, penanganan PMK dan vaksinasi rabies kita lakukan secara bergantian,” pungkasnya. Vlo






