Penataan Tukad Badung Kembali Dilanjutkan, Fokus Perbaikan Senderan Amblas Pasca Banjir

Denpasar persindonesia.com, 3 Oktober 2025 – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali melanjutkan proyek penataan alur Tukad Badung yang sebelumnya sempat tertunda akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada 10 September lalu.

Pekerjaan penataan ini mencakup jalur sepanjang 1,2 kilometer dari sisi selatan Jembatan Jalan Hasanudin hingga ke kawasan Jalan Pulau Biak, Denpasar Barat. Proyek ini dikerjakan oleh PT Taurus Sejahtera dengan nilai kontrak sebesar Rp5,83 miliar, dari total pagu anggaran Rp6 miliar. Penataan ini ditargetkan selesai dalam 120 hari kerja, terhitung sejak mulai dikerjakan pada 22 Juli dan ditarget rampung pada 18 November 2025.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Denpasar, Gandhi Dananjaya Suarka, mengungkapkan bahwa kelanjutan proyek dimulai pada Senin, 22 September, dengan fokus awal pada pembersihan material banjir seperti lumpur, pasir, dan sampah yang menumpuk di sepanjang aliran sungai. “Akibat banjir tersebut, sekitar 20 meter bagian senderan yang menjadi jogging track amblas. Hal ini terjadi karena pengecoran dilakukan pada sore hari dan malamnya langsung terjadi banjir, sehingga coran belum sempat mengeras dan langsung tergerus arus,” jelas Gandhi, Kamis (25/9).

Meski terdampak cukup serius, sebagian besar struktur lain yang telah dibangun sebelumnya masih dalam kondisi aman. Sejumlah alat berat dan truk molen yang sebelumnya terendam air kini telah kembali dioperasikan untuk mempercepat proses penyelesaian proyek.

Gandhi juga menegaskan bahwa pihak kontraktor tetap berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai jadwal tanpa meminta perpanjangan waktu. “Sejauh ini tidak ada rencana perpanjangan. Rekanan sudah menambah tenaga kerja dan menerapkan sistem lembur agar proyek tetap selesai tepat waktu,” tambahnya.

Selain penataan alur Tukad Badung, Dinas PUPR juga menangani kerusakan senderan lain yang jebol akibat banjir di kawasan Muara Tukad Ayung, tepatnya di Banjar Tangtu, Desa Kesiman Kertalangu. Penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan kisdam dari karung pasir untuk menahan sementara aliran air dari hulu. “Metode kisdam ini bersifat sementara namun sangat efektif dalam menahan laju air agar pembangunan ulang senderan bisa dilakukan dengan lebih aman dan cepat,” jelas Gandhi.

Dengan kembalinya pengerjaan proyek strategis ini, Pemkot Denpasar berharap kondisi aliran sungai akan lebih tertata dan aman ke depannya, sekaligus mendukung estetika serta fungsi kawasan sungai sebagai ruang terbuka publik.

@karang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *