Penyebab Keracunan 52 Warga Desa Tegal Badeng Barat Masih Dalam Penyelidikan Polisi

Persindonesia.com Jembrana – Terkait kasus keracunan makanan di sebuah hajatan keagamaan di sebuah mushola bertempat di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara yang menyebabkan sebanyak 52 warga keracunan. Hal tersebut langsung mendapatkan respon dari Polres Jembrana.

Hingga saat ini Satreskrim Polres Jembrana sedang menyelidiki kasus tersebut. Dari informasi Selasa (31/10/2023) salah seorang pasien rawat inap anak berusia 14 tahun harus dirujuk ke RSU Negara karena mengalami sesak nafas, Senin malam.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Agus Riwayanto Diputra, mengatakan pihaknya saat ini sedang menyelidiki kasus keracunan makanan ini dan  berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk makanan yang di buat di cek ke lab BPOM.

Tournament Billiard Sumpah Pemuda Cup, Sukses Digelar POBSI Denpasar

“Untuk pasien kami sudah mintai keterangan dan ketua panitia acara. Selain itu kami juga sudah mengambil sampel dan menyerahkan sampel makanan yang diduga menyebabkan 52 warga mengalami diare dan menyerahkan ke BPOM untuk dicek lab,” terangnya. Selasa (31/10/2023).

Menurut penuturan Penanggung jawab acara, Sukirman, lanjut Agus, ia mengatakan, menu sudah ditentukan pada saat rapat terakhir pada hari Selasa (24/10/2023) pukul 20.00 wita bertempat di mushola.

“Minggu (29/10/2023) pagi, warga mulai memasak lalapan ayam goreng yang dibebankan kepada 120 KK masing-masing 5 kotak yang isinya terdiri dari nasi putih, ayam goreng, sambel, potongan sayur kol, mentimun dan daun kemangi, dengan total 600 kotak yang terkumpul di mushola,” bebernya.

Puluhan Massa APMRB Minta Polda Riau Periksa Kapolsek Kampar Kiri, Diduga Backingi Ilegal Logging

Sementara, imbuh Agus, untuk sate kambing dan gule dimasak disalah satu rumah warga dan 4 orang lainnya meracik bumbu. Untuk telur direbus di mushola sebanyak 56 krat direbus untuk hiasan acara maulid.

“Nasi kotak dibagikan kepada warga pada pukul 22.00 wita dan masing-masing nasi kotak berisikan sate kambing 2 tusuk dan telur rebus 3 biji dibawa ke rumah masing-masing,” ucapnya.

Lebih jelasnya Agus mengatakan, untuk acara makan bersama para tamu undangan di mushola dilaksanakan pada pukul 23.30 wita dengan menu gule kambing, sate kambing, telur bumbu kecap, capcay dan acar, yang dibuat disalah satu rumah warga dan khusus untuk para tamu undangan.

Bermodalkan Wajah Tampan, Perdaya Perempuan Lewat Aplikasi Kencan

“Jadi Senin pukul 10.00 wita banyak warga yang mengalami diare berdatangan ke puskesmas Pengambengan sampai sore  pukul 16.25 wita berjumlah 52 orang,” katanya.

Sementara saat dikonfirmasi, Perbekel Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, I Made Sudiana, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi para pasien.

“Kami menjenguk warga yang dirawat. Tadi dari informasi ada warga yang dirujuk ke RSU Negara. Kami upayakan semua kelian banjar sama Bimas dan Babinsa untuk mengecek, dan mengantar pasien ke puskesmas. Kami selalu pantau perkembangannya. Kami berharap semua lekas sembuh,” jelasnya.

Menhan Prabowo Resmikan 16 Sumber Titik Air di Jateng: Dari Sekian Ratus Belum Ada Yang Gagal

Sementara dari informasi pasien yang dirawat di RSU Negara kini kondisinya sudah stabil.

Penjelasan dari Sub Koordinator Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Jembrana I Kade Sugita, mendampingi Kepala UPTD Puskesmas II Negara, dr Ni Made Anggraeni  mengatakan pihaknya menduga keracunan karena bakteri. “Namun kepastian nanti hasil uji lab karena sampel makanan kami kirim ke Denpasar,” pungkasnya. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *