Penyelamatan Lumba-Lumba, Mendatangkan Tim Dolphin Project Singaraja

Persindonesia.com Jembrana – Warga Banjar Tembles Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana digegerkan dengan penumuan seekor ikan lumba-lumba yang terdampar di pantai sekira pukul 07.00 Wita.

Peristiwa terdamparanya ikan lumba -lumba tersebut, pertama kali ditemukan oleh warga masyarakat setempat atas nama I Made Tirta (45) saat dirinya akan menjaring di pantai, saat dicek kondisi ikan tersebut masih hidup. Jumat (16/04)

Vaksinasi Covid-19 di Jembrana Sudah Mencapai 60 Persen

Penuturan Made Tirta, dirinya terkejut melihat ikan lumba-lumba terdampar dan langsung menghubungi warga lainnya untuk membantu berusaha melakukan pertolongan dengan mendorong ikan tersebut ke tengah laut, namun berkali-kali didorong ketengah laut ikan tersebut kembali kepinggir pantai di hempas oleh ombak besar.

Atas informasi warga polsek Mendoyo langsung menghubungi Sat Polair Polres Jembrana serta berkordinasi dengan KSDA Jembrana. Saat Sat Polair Polres Jembrana tibu dengan dibantu oleh warga, ikan tersebut kembali didorong ketengah laut namun tidak berhasil.

Petugas Pintu Masuk TMII Tahan KTP Artis Rizal Djibran! Ada Apa?

Sekitar pukul 13.10 Wita KSDA Gilimanuk dipimpin oleh I Wayan Suamba tiba dilokasi dan langsung melakukan observasi dan hasilnya kondisi ikan tersebut masih dalam keadaan hidup, petugas juga membantu dengan menyiran dengan air laut.

Saat dikordinasi awak media pihak KSDA Gilimanuk I Wayan Suamba menuturkan, jenis lumba-lumba tersebut merupakan jenis ikan lumba-lumbw Rinsso dengan panjang kurang lebih 2,65 meter, diameter 1, 3 meter. Diperkirakan terdamparnya lumba-lumba tersebut akibat terbawa arus atau dalam keadaan sakit.

Mensos RI Berikan Tanda Kehormatan Satya Lencana Kepada 6 Orang Ahli Waris Perintis Kemerdekaan

Mendapat informasi terkait terdamparnya ikan penolong tersebut, Tim Dolphin Project Singaraja yang merupakan pusat rehabilitasi lumba-lumba yang dipimpin oleh I Ketut Pasek Tistawan beserta 5 orang anggotanya tiba dilokasi memberi pertolongan dengan menggotong ikan tersebut ke tengah laut, dengan pertimbangan nafas lumba-lumba masih bagus.

Pantauan awak media dilapangan, upaya penyelamatan lumba-lumba di pantai Tembles, Desa Penyaringan tidak berhasil dimana lumba-lumba tidak bisa berenang ke tengah lautan dikarenakan ombak yang cukup besar. Sekitar pukul 16.30 Wita selanjutnya penyelamatan dipindahkan ke pantai Pengambengan, Negara dengan menggunakan kendaraan Pick Up yang dibantu oleh dr. Hewan Mamalia Laut dari Organisasi Iam Flying Fet. (Ida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *