Peran Mahasiswa Dalam Pemulihan Perekonomian Nasional 

SURABAYA, Persindonesia.com,–  Aliansi Mahasiswa Penyelamat Indonesia (AMPI) mengadakan acara Focus Group Disccusion dengan mengangkat bahasan Peranan Mahasiswa Dalam Pemulihan Perekonomian Nasional Pasca Covid-19. Sabtu, 22/10/2022.

Diskusi yang diadakan di Kedai Ori Manyar Surabaya ini diikuti 32 orang dari kelompok BEM Kampus dan kelompok Cipayung Plus Kota Surabaya yang dikoordinir oleh Daming, Mantan Ketua BEM Universitas dr. Soetomo Surabaya dan Sekda BEM Nusantara Jatim.

Dalam simposium terbatas ini, selain Daming, Subroto MH yang berprofesi sebagai Advokad dan Daut Bahta didapuk sebagai narasumber. Daut Bahta sendiri tergabung dalam Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Surabaya dan terdaftar sebagai mahasiswa akhir semester di Universitas Dr. Soetomo Surabaya.

Daming menjelaskan, Tugas mahasiswa saat ini sebagai Agen of Change, harus mampu membantu pemulihan kembali ekonomi negara. saat ini pemerintah sudah melakukan langkah-langkah pemulihan ekonomi, salah satu cara pemerintah adalah melakuan penyesuaian subsidi BBM agar tepat sasaran. Tidak lagi kalangan masyarakat kalangan atas yang menikmatinya.

“ Stop, sudah buat diskusi jalanan yang merusak citra mahasiswa. Pemerintah sudah memfasilitasi berbagi fasilitas untuk mahasiswa di Surabaya ini. Rumah kebangsaan yang dikelola oleh Polda Jatim bersama kemenderstek dan Asrama Mahasiswa Nusantara yang yang dikelola oleh Kemendekbutristek dan Badan Intelijen Negara (BIN), Ini adalah langkah pemerintah untuk memudahkan mahasiswa dalam mengakomodir mahasiswa baik dari dalam daerah maupun dari luar daerah. Dalam asrama tersebut nanti pemerintah memudahkan para mahasiswa untuk menciptakan inovasi, kreatif dan intelektual ”, tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Daut Bahta lebih menitikberatkan pembahasan di ekonomi mikro dan makro yang terdampak langsung oleh Pandemi Covid-19. Daut menuturkan Mahasiswa sebagai agen perubahan harus bisa mengkaji secara komprehensif sehingga tidak hanya mendahului pikiran negatif terhadap setiap kebijakan pemerintah, dalam hal ini kenaikan BBM.

“ Disini harus ada kreatif dari masyarakat untuk menciptakan produk dalam negeri yang bisa lebih bersaing dengan produk luar negeri. Pemerintah sudah memfasilitasi itu semua, negara tidak bisa jalan sendiri maka harus dibantu oleh mahasiswa juga dan elemen-elemen lainnya ”, jelas Daut Bahta.

Sedangkan Subroto MH membahas Peranan Mahasiswa Dalam Pemulihan Perekonomian Nasional ini dalam perspektif hukum. Beliau memaparkan, dalam penelitian IMF, 2023 terjadi resesi ekonomi dan Indonesia termasuk salah satunya. Faktor berjalannya ekonomi negara harus adanya ekspor barang dan mengurangi ketergantungan Impor. Saat ini pemerintah sudah siap masuk dalam perdagangan global. Terkait RKUHP, bahwa KUHP lama banyak yang sudah tidak relevan maka harus ada upaya pembaharuan. Harus menyesuaikan perkembangan hukum saat ini.

“Intinya kita sebagai mahasiswa harus berfikir positif terhadap kebijakan pemerintah termasuk terkait RKUHP, pemerintah berupaya untuk memiliki produk undang-undang hukum pidana buatan sendiri bukan dari peninggalan kolonial. Meskipun ada beberapa penolakan, tetapi pada akhirnya masyarakat harus menerima. Ketidaksiapan sekelompok masyarakat dalam menerima aturan itu karena tidak terbiasa saja. Produk hukum yang kita anut saat ini masih peninggalan penjajah Belanda saatnya kita tinggalkan, harus buat UU sendiri,” papar Subroto.(Red- tim mpi*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *