Perjuangan Seorang Peternak Ayam

Surabaya, Persindonesia,- Bisnis ternak ayam jago yang semakin memburuk, karena dampak pandemi yang tidak berkesudahan, seperti keluhan salah satu peternak ayam jago di Kendung Rejo, Sememi Surabaya, Rabu, 9/2/2022.

Adalah Slamet Riadi (57th) 5 tahun menggeluti bisnis ternak ayam Jago, semula menjadi penopang kebutuhan sehari hari yang bisa diandalkan sebelum Pandemi, kini hanya bisa berharap Pandemi Covid-19 segera berakhir dan kehidupan perekonomian kembali normal.

Persoalan mahalnya pakan ternak hingga sulitnya menjual atau memasarkan, sebelum pandemi ini datang begitu banyak permintaan hingga kualahan untuk mengatur pada siapa akan di jual, terkadang bibit belum menetas sudah ada yang memesan, bahkan sudah ada yang membayar duluan.

Slamet sapaan sehari hari, sangat berharap usahanya kembali normal seperti semula, beliau juga berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, sebelumnya, Slamet juga pernah mengajukan BLT, namun hingga sekarang belum mendapatkan apa yang diharapkan.

Slamet juga menuturkan sederat masalah tentang usaha yang di gelutinya, mulai dari pemain besar yang menggilas peternak kecil hingga tak sedikit peternak kecil yang beralih profesi.

” Jika ditotal modal pakan dan penghasilan itu sangat tidak sebanding, Biaya produksi tinggi sementara para pembeli menawar murah, ini akan berpontensi para peternak mengalami kebangkrutan, untungnya anak saya sudah bekerja sehingga bisa sedikit membantu untuk bertahan hidup,” tutur Slamet Riadi dengan nada penuh harapan. (Ary GM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *