Perkuat Hubungan Sosial, Polres Gianyar Gunakan Momentum Hari Bhayangkara untuk Rangkul Warga Lewat Olahraga

Gianyar, 27 Juni 2025 – Dalam suasana peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Polres Gianyar memilih pendekatan yang lebih inklusif dan membumi: menggelar olahraga bersama masyarakat dan TNI. Bertempat di Lapangan Apel Tri Brata, acara ini menjadi ruang interaksi informal antara aparat penegak hukum dan warga.

Tak hanya jajaran Polri dan TNI, acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda dan Bhayangkari Cabang Gianyar. Suasana pagi diawali dengan apel singkat dan pelepasan balon sebagai simbol kebersamaan, disusul dengan jalan santai, senam bersama, dan aneka lomba rakyat.

Namun lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini tampaknya ditujukan untuk memperbaiki citra kelembagaan Polri di tengah publik. Dalam beberapa tahun terakhir, institusi ini menghadapi tantangan kepercayaan publik akibat sejumlah insiden di berbagai daerah. Di sinilah pendekatan seperti kegiatan bersama masyarakat dinilai strategis.

Kapolres Gianyar AKBP Umar, S.I.K., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendekatan humanis perlu diperkuat. “Hari Bhayangkara bukan hanya soal seremonial, tapi bagaimana kita benar-benar hadir dan dirasakan oleh masyarakat. Kedekatan emosional adalah fondasi kepercayaan,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa ke depan, sinergi antara Polri, TNI, dan warga perlu lebih diarahkan pada isu-isu konkret seperti ketertiban kampung, penanganan kenakalan remaja, hingga peredaran narkoba di tingkat lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Dari lomba memasak nasi goreng antarpejabat hingga balap karung bersama warga, suasana keakraban tak dibuat-buat. Salah satu peserta, Kadek Sulastri (38), mengaku senang bisa berinteraksi langsung dengan aparat. “Biasanya kami hanya lihat polisi pas ada razia atau laporan, sekarang bisa ngobrol santai sambil olahraga. Ini bagus.”

Meski begitu, sejumlah aktivis lokal berharap kegiatan seperti ini tak berhenti di lapangan apel. “Kegiatan seremonial bisa jadi jembatan, tapi Polri harus lanjutkan dengan aksi nyata di lapangan: pelayanan cepat, respons aduan, dan tindakan adil,” ungkap Gede Merta, pegiat sosial di Gianyar.

Kegiatan berakhir menjelang siang, ditutup dengan pembagian doorprize, termasuk dua unit sepeda motor yang menjadi magnet utama acara. Di tengah semarak dan tawa, tersimpan harapan besar bahwa kebersamaan hari itu bisa menjelma menjadi langkah kecil menuju perubahan besar: aparat yang hadir bukan hanya saat dibutuhkan, tetapi juga saat tak diminta.

@k

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *