DENPASAR – Dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali yang berlangsung meriah di Gedung Nari Graha, Sabtu (28/6), Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menekan angka stunting di Pulau Dewata. Ia hadir dengan semangat mendukung peningkatan profesionalisme bidan sekaligus memperkuat peran mereka dalam edukasi dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua BKOW Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, serta para bidan dari seluruh kabupaten/kota di Bali yang turut merayakan dengan penuh antusias.
Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menggarisbawahi keberhasilan Bali dalam menurunkan angka stunting hingga mencapai kisaran 6 persen. Meski tergolong rendah secara nasional, ia mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. “Kita harus bekerja keras agar angka ini bisa mendekati nol. Pencegahan harus dimulai sejak remaja, sebelum kehamilan terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, peran bidan sangat penting dalam mendampingi remaja putri untuk memahami pentingnya kesehatan sejak dini. Ia juga menyoroti bahwa langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat anak sudah mengalami stunting, karena dampaknya bisa bersifat permanen, terutama pada perkembangan otak anak.
Ibu Putri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara bidan, Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta peran aktif PKK di masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga agar capaian Bali tidak mengalami kemunduran.
“Generasi unggul dimulai dari ibu yang sehat. Maka bidan memegang peran vital sebagai garda depan kesehatan ibu dan anak,” tegasnya, sembari mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan kompetensi dan pelayanan yang profesional.
Sementara itu, Ketua IBI Provinsi Bali, Ni Nyoman Budiani, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan oleh Ibu Putri Koster. Ia menyatakan bahwa IBI Bali akan terus berkomitmen memperkuat peran bidan, tidak hanya dalam proses persalinan, tetapi juga sejak masa remaja hingga tumbuh kembang anak.
“Kami terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan serta menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk di tingkat desa dan kelurahan,” kata Budiani.
Yang menarik, acara ini turut dimeriahkan oleh peragaan busana berbahan kain endek khas Bali, yang dikenakan oleh para bidan dari berbagai daerah di Bali. Koleksi busana yang ditampilkan merupakan hasil rancangan dari Ibu Putri Suastini Koster, yang juga dikenal sebagai pelestari budaya Bali.
Fashion show ini menjadi simbol bahwa bidan, selain menjalankan peran sebagai tenaga medis, juga dapat tampil sebagai duta budaya yang membanggakan. Penampilan para bidan mendapat sambutan hangat dari para undangan, memperlihatkan bahwa keindahan budaya bisa berjalan selaras dengan pengabdian di dunia kesehatan.
Melalui perayaan ini, IBI Bali meneguhkan kembali komitmennya untuk terus hadir dan mengabdi di tengah masyarakat, demi Bali yang lebih sehat, berdaya, dan penuh semangat pelestarian budaya lokal
@k






