Badung | persindonesia.com – SMAN 1 Abiansemal selama era Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB)tahun pembelajaran 2021-2022 berpacu kepada juknis Pemerintah Provinsi Bali untuk lebih menerapkan sistem daring dalam pelaksanaanya, namun apabila harus adanya kegiatan secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.
SMAN 1 Abiansemal seperti ungkapan Kepala Sekolah I Ketut Hariwirawan,S.Pd., M.Pd , bahwa review kurikulum dilakukan guna menyesuaikan kondisi normal ke kondisi pembelajaran di masa pandemi ataupun di masa new normal dengan pembatasan Protokol Kesehatan(Prokes).
Diungkapkan : Terkait
PPDB secara formal kita berpedomam kepada juknis oleh Pemerintah Provinsi melalui Pergub yang dikeluarkan , hingga saat ini semua berjalan dengan baik, pengumuman PPDB dilaksanakan pada hari Sabtu untuk pemenuhan kuota untuk 12 ruang belajar(Rombel), dalam satu Rombel akan diisi sebanyak 36 siswa.
Sesuai dengan edaran dari Kementrian dimana Bali wajib melaksanakan PTM terbatas disesuaikan dengan kondisi saat ini dalam kaitan dengan kondisi pandemi, kitapun di satuan pendidikan sudah melengkapi sarana prasarana yang berkaitan pendukung kegiatan PTM terdebut.
Hal-hal yang telah kita sediakan diantaranya tempat cuci tangan dengan air mengalir lengkap dengan sabun, hand sanitizer , termogun telah kami siapkan. Yang tak kalah penting saat ini kita sedang melaksanakan review kurikulum guna menyesuaikan debgan kondisi pembelajarn di masa pandemi Covid-19, sehingga pelaksanaan belajar mengajar disekolah bisa sejalan dengan kurikulum yang baru nantinya.
Khusus untuk Pembelajaran Tatap Muka(PTM) sudah kita rancang nantinya dalam prosesnya kita akan bagi menjadi beberapa sesi, dengan peserta setengah dari jumlah siswa dikelas/ 50% pada sesi 1 kemudian ada sesi 2 dan sesi 3,terang Kasek Hariwirawan.

SMAN 1 Abiansemal, mempunyai 28 Ruang Belajar(Rombel)namun ada beberapa Rombel yang tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan, dan juga mempunyai ruang UKS untuk penangganan awal jika terjadi sesuatu terjadi yang kita tidak inginkan menimpa anak didik kita, juga kita telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas jika harus adanya penangganan kelanjutan.
Pihak Komite juga sangat inten, sudah memastikan bahwa kita sudah benar-benar siap untuk melaksanakan PTM, bahkan penyemprotan disinfektan disekolahpun Komite ikut melibatkan diri, selain itu Komite kami juga sangat membantu jika ada kegiatan-kegiatan lain di sekolah baik berupa dana diantaranya dana-dana yang tidak terkafer oleh dana Bos ataupun dana APBD , dalam hal ini komite yang diketuai oleh Ibu Kompiang, sangat peduli untuk membantu.
Sedemikian rupa kami telah siapkan selanjutnya kami menunggu arahan atau komando dari Pemerintah, kami akan mengikuti apapun arahan Pemerintah terkait hal terkait, tegas Kasek Hariwirawan.
Red.






