Persindonesia.com, Jembrana – Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Kherti di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Blok Ambyarsari di kunjungi oleh pemilik pabrik P.T.SILIGITHA dan stafnya berkunjung sekaligus mengikuti proses dalam panen perdana, Sabtu (03/04/2021).
Acara tersebut berlangsung pukul 11:00 wita di hadiri oleh Wakil Ketua DPRD Jembrana I Made Putu Yudha Baskara, Ketua Komisi II.I Ketut Suastika,S.Sos., MH didampingi Ibu Dewan Ni Putu Lilyana, SE Danramil 1617-03 Melaya Kapten Infanteri Supeno Kepala KPH Bali Barat, Agus Sugiyanto didampingi oleh Kepala Desa Melaya I Nyoman Warsana.
Perbekel Melaya I Nyoman Warsana mengatakan, kami sebagai pihak desa mendukung penuh petani porang yang ada diwilayah kami, dan terkait dengan kawasan, kewenangan kita sudah bekerjasama dari tahun 2010 dengan pemilik kebun porang.
“Saya sebelum melantik menjadi kepala desa bersama teman-teman merintis usaha tanaman porang ini sehingga menjadi seperti ini, dan mengelola kawasan dengan luas yang diberikan melalui perjanjian sesui Kulin KK yang kita dapatkan. Kita sudah bersinergi bekerjasama baik dalam hal pembicaraan,” ucapnya.
Aksi Mengatasnamakan Pemuda Pengambengan Pasang Sepanduk Tolak Pabrik Limbah Medis
Dirinya menghimbau kepada masyarakat desa yang mempunyai lahan supaya bersama-sama dan ikut membuat kelompok untuk penanaman porang, dirinya nanti akan langung mengukuhkan dan diperdayakan melalui program pertanian desa, agar bisa membantu di masa pandemi ini.
“Kita berpikir kedepan bagaimana memanfaatkan anggaran Desa, saya sudah siapkan bila warga masyarakat tidak percaya dengan komoditi porang, saya siapkan dana di Bumdes untuk membeli panen porang, itu sebagai jaminan,” ujar Warsana.
Kualitas Diakui Dunia, Ketua TP PKK Bali Dorong Pemanfaatan Garam Tejakula untuk Pasar Lokal
Ia melanjutkan, untuk jaminan bibit saya juga siapkan anggaran untuk diberikan kepada masyarakat tapi dengan syarat bentuklah kelompok yang selanjutnya kita sahkan legalitasnya bukan untuk pribadi, nanti kita bersama pihak PT Siligitha akan membeli bibit yang sudah 90%.
Ditempat yang sama Kepala KPH BALI barat Agus Sugianto mengatakan, Interpensi dari masyarakat masuk ke dalam kawasan hutan dan tidak terhindarkan, tentunya kita bersama-sama untuk bisa membuat sebuah terobosan edukasi supaya apa yang diharapkan Pemerintah agar kawasan hutan tetap lestari masyarakatnya sejahtera.
Bupati Tamba Tawarkan Investasi Kepada Harley Owners Group (HOG)
“Keberadaan KTH yang beberapa sudah terbentuk dan yang telah dikukuhkan oleh Bapak Perbekel Desa Melaya salah satunya KTH Wana Kherti ini, dengan adanya tanaman porang yang bekerja sama dengan pihak P.T Siligitha ini menjadi akses terobosan bagi para petani itu sendiri, namun tetap mengikuti peraturan dalam pengelolaan hutan tersebut dengan cara menjaga pohon tegak berdiri sehingga tetap terjaga kelestariannya dan tidak ada lagi perusakan dalam kawasan hutan,” tutup Agus.
Salah satu petani porang I Ketut Camplung yang menggarap lahan tersebut mengatakan, tumbuhan porang yang kami panen hari ini usianya sudah 16 bulan dan hasilnya sampai pukul 13.00 Wita mendapatkan sebanyak 2 kwintal dan dilanjutkan esok hari.
Wabup Patriana Hadiri Bhakti Penganyar di Pura Besakih
Sementara itu Direktur PT Siligitha Country dan Ruler Devlopments Planning Ni Kadek Sriniti yang berasal dari Lokapaksa, Seririt ,Buleleng mengatakan, kami berkunjung wilayah Jembrana khususnya di Desa Melaya melihat secara langsung proses panen perdana umbi porang yang hasilnya cukup memuaskan.
“Beratnya bervariasi mulai dari 3 sampai 4 kilogram, ini menunjukan langkah awal untuk para petani porang giat mengembangkan jenis tanaman porang, semoga bisa berkesinambungan guna memenuhi target pabrik kami sebanyak 7000 ton untuk 10 atau 15 tahun kedepan.
Ia melanjutkan, untuk saat ini kami mendatangkan dari luar daerah seperti Mataram, Sumbawa, Flores, dan Kupang ungkapnya. “Untuk harga umbi porang saat ini sebanyak 8 ribu rupiah perkilonya, harga sewaktu-waktu bisa berubah, tapi kita tetap sesuaikan dengan harga pasar.
“Untuk olahan umbi porang yang sudah kami proses akan kami Export ke Cina, ini adalah potensi peluang yang bagus perlu dikembangkan oleh petani Bali khususnya wilayah Jembrana,” pungkasnya. (Sam)






