Polrestabes Surabaya Amankan Aksi Unjuk Rasa PERLOKI di Kantor Gubernur Jawa Timur, Situasi Berlangsung Kondusif

Polrestabes Surabaya Amankan Aksi Unjuk Rasa PERLOKI di Kantor Gubernur Jawa Timur, Situasi Berlangsung Kondusif

SURABAYA, persindonesia.com – Polrestabes Surabaya melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok Pedagang Rokok Lokal (PERLOKI) di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (12/10/2026). Pengamanan dipimpin Kapolsek Bubutan Polrestabes Surabaya, Kompol Sandi Putra, S.I.K., M.Si., CPHR, dengan melibatkan personel Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur, serta unsur pendukung lainnya.

Kegiatan pengamanan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 11.21 WIB. Sebanyak 423 personel gabungan disiagakan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mengantisipasi potensi gangguan selama berlangsungnya aksi.

Personel yang terlibat berasal dari berbagai satuan, antara lain Intelkam, Reskrim, Narkoba, Satuan Lalu Lintas, Samapta, Dalmas, Brimob, Polwan, Sidokkes, Binmas, serta personel jajaran Polsek. Pengamanan juga didukung kendaraan dan perlengkapan operasional berupa mobil water cannon, kendaraan taktis Barracuda, ambulans, mobil pemadam kebakaran, serta kawat pembatas.

Aksi massa mulai bergerak dari kawasan Kota Lama, Jalan Rajawali, Surabaya, sekitar pukul 09.50 WIB dan tiba di depan Kantor Gubernur Jawa Timur pada pukul 10.10 WIB. Setibanya di lokasi, para peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi yang berisi sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah terkait keberlangsungan usaha rokok lokal.

Dalam orasinya, massa PERLOKI meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberadaan pedagang dan pelaku usaha rokok lokal yang dinilai turut menyerap tenaga kerja. Mereka juga menyampaikan keberatan atas tindakan penertiban yang dilakukan oleh Bea Cukai dan Satpol PP terhadap pelaku usaha rokok lokal, serta meminta adanya kejelasan kebijakan dan perlindungan bagi para pedagang.

Selain itu, massa menyoroti penegakan peraturan daerah dan meminta pemerintah menjalankan penegakan aturan secara konsisten. Mereka menyatakan akan terus mengawal aspirasi para pedagang rokok lokal hingga memperoleh kejelasan dari pihak terkait.

Sekitar pukul 11.00 WIB, perwakilan massa yang terdiri atas Taufik, Edi Macan Madas Sedara, Ketua AMI Baihaqi, serta sejumlah perwakilan lainnya memasuki ruang audiensi di Kantor Gubernur Jawa Timur. Namun, setelah berlangsungnya komunikasi di ruang audiensi, para perwakilan memilih keluar dan kembali menyampaikan orasi. Massa kemudian menyampaikan rencana untuk bergeser menuju Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra bersama personel yang terlibat selanjutnya melaksanakan apel konsolidasi. Sebagian personel tetap disiagakan di Kantor Gubernur Jawa Timur, sementara personel lainnya bergeser menuju Gedung Negara Grahadi untuk melanjutkan pengamanan.

Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan, mengantisipasi gangguan ketertiban, serta memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung dengan tertib.

Polrestabes Surabaya terus mengedepankan pendekatan pengamanan yang profesional dan humanis, dengan tetap menjaga situasi kamtibmas serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(Red-sam/Yuni)