Nganjuk, Persindonesia – Warga yang terdampak polusi asap debu dari limbah Pg Lestari Patianrowo Nganjuk Jawa Timur.Mendatangi Dinas Lingkungan Hudup ( DLH ) Selasa,19 September 2022
Dari tiga desa yang terdampak limbah populasi udara yang sangat meresahkan warga setiap musim giling yang bertahun – tahun tidak ada perubahan walau sudah beberapa kali di demo dan mediasi bersama warga setempat tetap tidak menunjukkan perubahan
Pada Hari selasa tanggal 12/07/22 jm.10.30.wib.Junaedi, Supriadi/Bejo, Aries, Murtada dan Budi Utomo mendatangi Dinas Lingkungan Hudup ( DLH ) untuk menyampaikan aspirasi terkait polusi udara dari Pg Lestari berupa benda padat, gas dan cair yang selama ini yang sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas umum juga warga yg terdampak.
Masalah lingkungan merupakan salah satu isu yang berkembang dan banyak menjadi permasalahan di kalangan masyarakat untuk menciptakan kenyamanan hidup tampa pulasi udara
Pabrik gula merupakan salah satu penyumbang polutan, baik polutan padat dan cair. Untuk mengkaji jenis polusi udara dan kadar polutan udara yang dikeluarkan oleh Pg Lestari Patianrowo selama masa giling dengan mengacu pada baku mutu emisi sumber tidak bergerak untuk Industri Gula
Pulasi udara asap debu yang di keluarkan Pg Lestari sangat bahaya dan berpengaruh pada kesehatan manusia yaitu,sesak nafas pilek,lesu dan batuk juga sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan raya di sekitar areal Pg Lestari
Kami warga yang terdampak mau menyampaikan aspirasi/demo damai di depan AKU Pg lestari pada hari sabtu 16 juli 2022 dari pihak pg lestari minta supaya di tunda Setelah mediasi yang melibatkan dari pihak Polres Nganjuk,Polsek Patianrowo dan Kadiskam pg lestari Meminta kepada korlap pendemo istimasi lima hari untuk mempending demo atau di tunda supaya tidak di laksanakan, karena dari pg lestari mau membenahi sistem dan meminimalkan asap yang keluar dari cerobong pg lestari.
Setelah deadline lima hari yang di sepakati oleh korlap ketiga desa ternyata tidak membuahkan hasil dan tidak ada perubahan malah tambah parah “Kami Korlap warga yang terdampak sangat kecewa karena tidak ada perubahan malah tambah parah dan Kami merasa di bohongin dengan janji-nanis yang diutarakan oleh pihak pg lestari waktu mediasi.
Harapan Kami yang terdampak memohon pada dinas terkait ( DLH ) dan dari pihak Pg Lestari supaya mengambil langkah – langkah dan tindakan supaya tidak merugikan salah satu pihak dan harus menciptakan kenyamanan terhadap warga yang terdampak polusi pencemaran udara dan juga harus menciptakan masyarakat menghirup udara segar tanpa polusi udara kotor dari asap debu Pg Lestari.






