Prihatin, Kader dan Mantan Pengurus DPD NasDem Deklarasi

SURABAYA,Persindonesia – Mantan pengurus DPD NasDem Kota Surabaya bersama para kader NasDem se-Surabaya yang tergabung didalam Gerakan Kader Penyelamat partai Nasdem, melakukan “Deklarasi Gerakan Kader Penyelamat partai Nasdem”, Sabtu (13/3/21)

Bertempat di Amaris hotel, jalan Taman Bintoro, koordinator Gerakan Kader Pebyelamat Partai NasDem Kota Surabaya Frente Gonzalez (Edi Firmanto) menjelaskan bahwa tujuan mengkoordinir seluruh kader adalah mendesak agar pihak DPP dan DPW NasDem segera menuntaskan konflik internal yang terjadi di DPD NasDem Surabaya.

” Kami prihatin mendengar informasi lewat media masa dan media online terhadap aksi 26 DPC Partai NasDem se-Kota Surabaya tentang Mosi Tidak Percaya terhadap kepemimpinan Robert Simangunsong selaku Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya.

Partai NasDem sejak didirikan hingga sekarang menjadi partai yang diharapkan masyarakat untuk mampu membawa perubahan yang cukup besar di Bumi Nusantara ini,” ungkap Frente sapaan akrab bung Edi.

Ia menambahkan, antusias dukungan masyarakat terhadap Partai NasDem cukup besar, dibuktikan dengan peningkatan perolehan suara yang cukup signifikan di beberapa daerah sehingga tidak heran bahwa Partai NaDem menduduki 4 besar dalam perolehan kursi di DPR RI, sejalan dengan itu begitu tegasnya pimpinan pusat (Ketum H. Surya Paloh ) begitu cepat dan tanggap dalam menyelesaikan persoalan-persoalan baik diluar partai maupun konflik didalam partai selalu terselesaikan dengan baik dan lancar.

Lanjut Edi, ini menandakan bahwa Partai Nasdem dalam perhelatan pemilu 2024 siap merebut posisi teratas sebagai partai pemenang.

Sejalan dengan itu, bilamana struktur organisasi yang tertata dengan baik disemua tingkatan baik di DPP, DPW, DPD, DPC hingga Ranting, bergerak sejalan dengan kebijakan dan program partai yang pro terhadap kepentingan masyarakat dengan slogan Tanpa Maharnya.

“Berpijak dari itu semua, Kami yang tergabung dalam Gerakan kader penyelamat Partai NasDem kota Surabaya, merasa prihatin dan berharap kepada para petinggi partai khususnya DPP dan DPW untuk menyelesaikan konflik internal yang terjadi di kepengurusan DPD Partai NasDem Kota Surabaya yang begitu lambat penangannya hingga menjadi trending topic di beberapa media masa,” tegasnya.

Keprihatinan para kader dan mantan pengurus DPD, tertuang dalam 7 poin Pernyataan sikap Gerakan Kader untuk menyelamatkan Partai NasDem kota Surabaya adalah sebagai berikut :

1. Menolak kepemimpinan yang arogan dan tidak mengindahkan norma-norma kepatutan berhubungan dengan sesama kader NasDem dan nilai-nilai demokrasi dalam organisasi Partai NasDem Kota Surabaya.

2. Menolak kepemimpinan yang tidak mengutamakan permusyawarahan.

3. Menolak kepemimpinan yang bersifat sombong dan mengedepankan bahwa uang adalah segala- galanya dalam mengurusi partai.

4. Menolak kepemimpinan yang tidak mempunyai visi misi dan program kerja partai yang jelas dalam menjalankan strategi politik

5. Menolak kepemimpinan yang bersifat memecah belah.

6. Menolak Kepemimpinan yang tidak menghargai perjuangan para pendahulu dalam membesarkan Partai NasDem Kota Surabaya.

7. Menolak Robert Simangunsong dan Antek Anteknya memimpin DPD Partai NasDem Kota Surabaya

Hadir dalam pernyataan sikap tersebut Gysberth Latumeten, Yohannes Lodewyk Pelletimu (Papi John), Tutik Hidajati beserta mantan pengurus DPD lainnya. (Jhon tatto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *