Jembrana, Persindonesia.com – Pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai truk besar bersumbu 3 yang tidak boleh dioperasikan ternyata masih diabaikan oleh sejumlah sopir truk. Hal ini terlihat dari masih banyaknya truk sumbu 3 yang datang dari Jawa dan sekitarnya serta truk yang datang dari arah timur, meski SKB tersebut telah disepakati di masing-masing wilayah. Akibatnya, terjadi kemacetan truk di Pelabuhan Gilimanuk. Kamis (20/4/2023).
Polres Jembrana akhirnya mengkandangkan truk-truk tersebut di tempat Penimbangan dan di Jalur menuju Singaraja. Beberapa sopir truk terlihat adu cekcok dengan pihak kepolisian karena tidak diberangkatkan. Ada juga sopir truk yang mengaku tidak mengetahui tentang SKB tersebut sehingga tetap berangkat dari Denpasar.
Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan bahwa kendaraan roda 2 dan kendaraan roda empat pribadi akan didahulukan untuk nyebrang. “Kami mengutamakan kelancaran pemudik, apalagi setelah adanya aturan tentang truk yang tidak diperbolehkan beroperasi,” jelasnya.
Truk sumbu 3 yang datang dari arah Denpasar dan sekitarnya serta dari Jawa juga dikandangkan sampai di jalan menuju Singaraja. “Kendaraan roda 2 dan roda 4 diprioritaskan untuk menyeberang terlebih dahulu, truk sumbu 3 akan diberangkatkan belakangan dari truk sumbu 2, truk logistic yang tidak berisi stiker khusus juga ikut tertahan,” terangnya.
Dewa Gde menegaskan bahwa pihaknya hanya bisa menampung dan memperlancar pemudik yang akan keluar Bali. Ia juga meminta sopir truk untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar tidak terjadi kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk.
Antrean terjadi dari pukul 03.00 WITA sampai pukul 04.30 WITA, namun sudah berkurang sampai wilayah cekik yang sebelumnya sampai di Klatakan. “Kami terus berupaya untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kelancaran pemudik. Sekitar pukul 11.00 wita semua kendaraan roda 2 dan 4 pribadi sudah kosong di kantong parkir, selanjutnya kita mengirim truk-truk tersebut ke Pelabuhan untuk menyebrang sehingga di kantong parkir Penimbangan dan di jalan ke Singaraja sudah kosong,” tandasnya. (Sb/id)






