Proyek Jalan Tol Gilimanuk Mengwi Jalan Terus, Telan APBN Puluhan Triliun

Persindonesia.com Jembrana – Sempat dikatakan mangkrak, akhirnya mega proyek tol Gilimanuk-Mengwi akan jalan terus. Proyek infrastruktur yang diprakarsai oleh Kementerian PUPR tersebut menggunakan anggaran sebesar mencapai Rp24,6 triliun yang bersumber dari APBN

Tol Gilimanuk-Pekutatan, membentang sepanjang 53,6 km, diikuti seksi kedua, Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 km, dan seksi ketiga, Soka-Mengwi sepanjang 18,9 km. Pembangunan tol ini memerlukan pembebasan lahan dari 58 desa dan 13 kecamatan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba membenarkan proyek pembangunan jalan tol Gilimanuk Mengwi tetap dilanjutkan. BPKP akan melakukan rsview lagi dari uncoliciten menjadi colicieted, artinya pembangunan di awal diprakarsai oleh swasta menjadi pendanaan pembayaran pembebasan lahan atau tanah oleh pemerintah atau negara.

Antara WTP, Prestasi dan Korupsi

“Sekarang sudah menjadi projec stategis nasional dan tahapan hari ini yang saya tahu masih dalam prakualifikasi. Yakin tol itu pasti akan sesuai rencana PSN tapi mesti menunggu pemenang tender pengerjaan kontruksinya. Harapan kita tentu tahun ini dan alasan itu sangat kuat sstelah pak Prabowo jadi presiden,” ungkapnya via whatsapp. Jumat (3/5/2024).

Ditempat yang berbeda, Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahaan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Jembrana I Wayan Sudiarta menambahkan, proyek pembangunan jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan, akan tetapi dirinya belum memastikan kapan akan dimulai proyek tersebut.

“Awalnya proyek tersebut akan dibanyun diawal tahun 2024, akan tetapi sampai sekarang belum ada informasi. Jalan tol akan tetap dilanjutkan, itu sudah komitmen pemerintah pusat, apalagi pembebasan lahan di Perusda sudah dilakukan,” jelasnya,

Anggota Dewan Bangli : Hardiknas Jadi Moment Hadapi Tantangan Global

Menurutnya nanti akan ada reschedule (menjadwalkan ulang) terkait pembebasan lahan yang selama ini sudah dilakukan. “Kemungkinan akan ada pergeseran sedikit di wilayah hutan Taman Nasional Bali Barat. Ada permintaan dari pemerintah pusat, jalan tol akan dipepet di jalan Nasional, itu kalau disetujui. Itu untuk keamanan hutan disana,” terangnya.

Disinggung terkait dimulainya proyek jalan tol Gilimanuk Mengwi diperkirakan dimulai pada bulan September 2024 menurut Mantan Gubernur Koster, Sudirta mengaku belum berani memastikan info tersebut. “Harus ada pembebasan lahan terlebih dahulu, kalau tidak ada perubahan, pembebasalan lahan tinggal dibayar saja. Itu semua sudah dihitung sesuai dengan lokasinya,” ucapnya.

Sudirta juga mengatakan, anggaran untuk jalan tol Gilimanuk – Mengwi menggunakan dana APBN yang sebelumnya menggunanakn dana konsorsium, akhirnya diganti dengan dana ASPBN, sehingga nantinya aset tersebut milik negara. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *