Proyek Pembersihan Bahu Jalan Kelurahan Kerasaan Di Duga Siluman.

Simalungun – Meski berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012, telah diatur setiap bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Namun itu tidak berlaku pada proyek pembersihan bahu jalan yang sedang berlangsung dikerjakan di kelurahan kerasaan, Kecamatan bandar, Kabupaten Simalungun,Sumatera Utara.

Img 20230329 Wa0046

Pasalnya, pekerjaan pembersihan bahu jalan di kelurahan Kerasaan Kecamatan bandar,di duga asal kerjakan tidak peduli sampah serta sisa tanah menghambat saluran air petani bahkan ada yang ke aspal dan proyek tanpa papan nama informasi, sehingga terkesan proyek siluman.

Img 20230329 Wa0040

Padahal setiap proyek tanpa papan nama informasi proyek merupakan sebuah pelanggaran karena tidak sesuai dengan amanat Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Img 20230329 Wa0049

Padahal tujuan adanya informasi papan proyek agar proyek dapat berjalan transparan. dan untuk memudahkan pengontrolan serta agar masyarakat mengetahui bangunan apa yang sedang dikerjakan, serta sumber dananya dari mana dan siapa pelaksananya. Selain itu untuk melihat masa kontrak pekerjaan dan besar anggaran.

Img 20230329 Wa0044

“Sejak mulai dikerjakan sampai sekarang proyek pembersihan bahu jalan yang mengunakan becho lowder di kelurahan kerasaan di Kecamatan bandar itu memang tidak ada papan namanya. Sehingga kami masyarakat tidak tahu siapa itu pelaksananya, anggarannya berapa dan dari mana dan kapan masa pengerjaannya,” terang warga setempat kepada awak media, Rabu,29-03-2023.

Saat awak media menelusuri menyisir proyek pembersihan bahu  jalan kelurahan kerasaan Kecamatan bandar juga tidak menemukan papan nama informasi proyek yang dikeluhkan warga setempat itu.

Salah seorang warga yang berprofesi sebagai petani,dan memiliki sawah meminta kepada pekerja proyek agar tanah dan sampah yang jatuh ke parit supaya di korek kembali,supaya tidak menumpuk dan menghambat saluran air,takutnya air meluap jadi merusak tanaman padi,tetapi pekerja langsung pergi,kalau terjadi luapan banjir akibat tertutupnya saluran air kemana kami harus mengadu,sementara kami tidak tau,siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan proyek pembersihan bahu jalan itu ucap R ,Sirait.

( P Siadari,)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *