Persindonesia.com Jembrana – Proyek pembangunan fisik sekolah SMP dan SD di Kabupaten Jembrana pelaksanaanya kan ditenderkan sejak 2 bulan ini senilai 30 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus. Sebagian besar anggaran yang sebesar miliaran rupiah tersebut direalisasikan bersumber dari dana Pusat. Dana tersebut turun sesuai usulan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga.
Informasi Data di LPSE Jembrana, paket tender masih proses penyelesaian. Anggaran DAK juga dilakukan secara non tender, atau penunjukan langsung dengan kualifikasi usaha kecil, di antaranya pengadaan mebeler yang nilainya dibawah Rp 200 juta. Termasuk jasa pengawasan pelaksanaan pengerjaan DAK.
Sambut PON ke-20 Tahun 2021 di Papua, Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Gelar Apel Kesiapsiagaan
Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, Ni Nengah Wartini melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, I Nyoman Wenten, mengatakan, sesuai petunjuk teknis yang bersumber dari DAK, dari pusat pelaksanaannya dilaksanakan melalui proses tender.
“Tender awal paket pengadaan mebeler sudah dilakukan Juni 2021. Berlanjut hingga Agustus ini masih proses tender pekerjaan rehabilitasi ruang kelas SMP 3 Mendoyo. Itu semua totalnya sekitar 30 miliar semuanya bersumber dari DAK, tidak ada dari APBD karena refocusing penanganan Covid-19,” terangnya. Rabu (18/8/2021).
Adapun alokasi anggaran, lanjut Wenten, untuk SD sebanyak Rp 21.312.126.000 dan SMP Rp 9.301.222.000. Termasuk paket pengadaan mebeler di sejumlah sekolah baik SD maupun SMP. Ia memastikan, sekolah yang menerima bantuan DAK fisik ini memiliki tingkat kerusakan sedang dan berat
“Proses tendernya sudah berjalan hingga Agustus ini untuk pengerjaan. DAK tersebut dialokasikan untuk sekolah sebanyak 77 buah yang terdiri dari 31 paket SMP dan 46 paket SD. Baik itu untuk ruang kelas dan perpustakaan,” tutup Wenten. (sb/ed27)






