Wayan Puspa Negara,SP.,M.Si.,ST ( Kader Partai Gerindra )
Badung Persindonesia.com – Persoalan tata kelola sampah di kawasan pariwisata Kuta dinilai semakin kompleks dan membutuhkan langkah penanganan yang lebih terarah serta sistematis. Hal tersebut disampaikan oleh Puspa Negara yang menilai bahwa pemerintah perlu segera memperluas sasaran pengelolaan sampah hingga ke sektor usaha dan hunian nontradisional.
Menurutnya, kesadaran masyarakat lokal sebenarnya sudah cukup tinggi. Sebagian besar warga telah aktif memilah sampah dari sumbernya. Namun, kondisi Kuta sebagai kawasan pariwisata kosmopolitan dengan populasi yang sangat heterogen menjadi tantangan tersendiri. “Warga lokal sudah disiplin, tetapi sumber sampah terbesar justru datang dari sektor lain yang jumlahnya jauh lebih besar, termasuk pendatang dan wisatawan yang belum semuanya teredukasi,” ujar Puspa Negara.
Ia menjelaskan bahwa sumber sampah di kawasan pariwisata sangat beragam, mulai dari penghuni kos-kosan, pelaku usaha mikro hingga menengah, pengelola vila dan condotel, hingga sektor jasa seperti spa, galeri, dan tempat hiburan. Selain itu, tingginya mobilitas wisatawan domestik dan mancanegara juga turut memperparah volume sampah harian.
Tak hanya itu, persoalan juga diperluas dengan keberadaan sampah kiriman di pantai dan sungai, serta aktivitas sektor informal seperti pedagang keliling dan pelaku usaha kecil lainnya.
Puspa Negara menegaskan bahwa kondisi ini memerlukan langkah luar biasa dari pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat teknologi pengolahan sampah, infrastruktur pendukung, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di instansi terkait.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih intensif antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, Kabupaten Badung memiliki kapasitas anggaran yang memadai untuk menyelesaikan persoalan ini jika didukung oleh komitmen yang kuat.
“Diperlukan kebijakan yang spesifik, fokus, dan terintegrasi. Dengan good will dan political will yang kuat, persoalan sampah di Badung seharusnya bisa dituntaskan lebih cepat,” tegasnya. @Krg*






