Persindonesia.com Jembrana – Pasca pengangkatan bangkai Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) malam lalu, sesosok mayat ditemukan mengambang di lokasi pengangkatan bangkai kapal tersebut. Penemuan terjadi di titik tengah jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, tepatnya pada koordinat 08°09’33,11″ LS dan 114°29’52,03″ BT, Minggu (1/2/2026).
Saat dikonfirmasi, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, membenarkan penemuan tersebut. Dijelaskan, pada pukul 07.00 wita pihaknya bersama satu orang anggota melaksanakan patroli menggunakan Sea Rider untuk memonitor kegiatan pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang dilakukan oleh BC Pioner 88.
Wabup Tjok Surya Buka Pengabdian Masyarakat Lustitia FH Unud di Desa Tihingan
“Saat itu di lokasi BC Pioner 88, pukul 07.15 wita sedang dilaksanakan pengangkatan serpihan bangkai kapal, terlihat crane mengangkat bangkai truk warna kuning dan bersamaan ketika sebuah truk diangkat, muncul ke permukaan satu mayat yang diduga merupakan korban kecelakaan KMP Tunu,” jelasnya.
Menurutnya, mayat sempat terseret arus kearah utara sejauh 1 mill dari titik penemuan. Kemudian sea rider mengevakuasi mayat ke pesisir Pantai. Gilimanuk / depan Posal. “Sekitar pukul 08.30 Wita, jenazah berhasil dievakuasi ke tepi Pantai Cemara, Lingkungan Jineng Agung,” terangnya.
DPRD Badung Dukung Kesiapan PAW dan Pilkel Serentak 2026
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, lanjut Yuli, jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh dengan mengenakan celana panjang warna hitam dan ikat pinggang hitam. “Kondisi fisik korban mengalami kerusakan sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan oleh pihak berwenang.
Yuli mengaku, Sekitar pukul 09.00 Wita, pihaknya melakuakna serahterima jenasah kepada Sat Polair Polresta Banyuwangi. “Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Banyuwangi menggunakan Kapal Polair Banyuwangi untuk keperluan identifikasi lebih lanjut,” pungkasnya. Ts






