Persindonesia.com Jembrana – Jenazah korban KMP Yunicee kembali ditemukan nelayan di Perairan Klatakan Desa, Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Jenazah tersebut diketahui merupakan tukang pijat di KMP Yunicee hal tersebut diketahui melalui kaos yang dipergunakan bertuliskan Paguyuban Tukang Pijat Nusantara Ketapang Banyuwangi, memakai celana kain panjang warna hitam dan ikat pinggang kepala besi.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya di Posko Sar Pelabuhan Gilimanuk pada hari Sabtu (30/6/2021). Korban ditemukan oleh nelayan sekitar 500 meter dari tepi Laut dengan Jenis kelamin Laki – laki, dilanjutkan ke Polairud Pos Gilimanuk, sekitar pukul 08.40 Wita, Jumat (9/7/2021).
Danrem 133/NW Mengikuti Rapat Forkopimda Secara Virtual Tahun 2021
Sementara Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa membenarkan penemuan tersebut. “Korban yang ditemukan oleh nelayan di Peraiaran Klatakan, Desa Melaya, Kec. Melaya, Kabupaten Jembrana, sebelumnya diduga korban KMP Yunicee,” terangnya.

Setelah dilakukan identifikasi, lanjut Gede Adi, mempergunakan alat Mambis (Mobile Automated Multi Biometric identification System) diketahui, korban memang benar penumpang KMP Yunicee,
“Dari hasil pemeriksaan, korban terdata sebagai penumpang KMP Yunicee bernama Adi Supanto (43) asal Lingkungan Krajan, Desa Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Akan tetapi dari hasil pemeriksaan korban yang ditemukam tidak ada di manifest.
Aktivis dan Penggiat Media Sosial Minta Satgas Jujur Soal Data Covid-19 di Kabupaten Tangerang
Selanjutnya, imbuh Reza, jenazah langsung dibawa ke RSU Negara dengan mempergunakan mobil ambulance BPBD. Dari hasil jumlah korban KMP Yunicee secara keseluruhan sebanyak 77, yang selamat 51 orang, ditemukan meninggal 10 orang, dan yang belum ditemukan 16 orang. (sub)






