Sejarah Kuil Kong Co Harmoni Umat Hindu dan Budha di Jembrana

Persindoensia.com Jembrana – Kearifan lokal yang tetap terpelihara sejak kini. Sejarah mengungkap kuil ini ada sejak tahun 1908 hingga kini tetap lestari terawat baik Umat Hindu dan Budha yang ada di Kabupaten Jembrana. Sejarah tercatat hingga kini terukir 114 tahun yang tetap harmoni. Tak banyak yang tahu bahwa keharmonisan yang cukup lama ini terukir antara masyarakat Bali dan Tionghoa.

Pengemong situs budaya Kuil Kon Co I Gusti Putu Joni Wahyu Radiatmaja (64) Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah mengatakan, kuil ini tercatat 114 tahun yang tepatnya 2 Maret 1908 yang didirikan oleh Liem Cwan Diong dari Kabupaten Tiang Pu di Tiongkok. Bahkan ada bukti prasasti sejarah ditemukan makam tertua bertuliskan di nisan Si Tong Cing yang lahir dari Provinsi Fuk Cien (Hok Klien) di Tiongkok. Akan tetapi nisan itu sulit dipastikan karena tahun yang kurang jelas dan sudah terlalu tua. Makam itu ada di kuburan cina di Kota Negara.

Rayakan HUT Kabupaten Belitung Timur, Koramil 414-05/Kelapa Kampit Gelar Lomba Mancing

“Kisah berawal dari sejarah merantaunya bangsa Cina ke Indonesia yang cenderung ingin mempertahankan kehidupannya. Dana ini pun tercatat dalam sejarah berkembangnya minoritas cina ke Indonesia. Selain pandai dalam bidang perdagangan dan ketekunan dalam usaha,” ungkapnya.

I Gusti Putu Joni Wahyu Radiatmaja menjabarkan ini terjadi sekitar abad 17 dan abad 18 dimana gejolaknya tekanan negara barat di saat itu. Bahkan di Tiongkok saat itupun banyak mendapat tekanan secara garis besar perang dan politik.

Polres Kampar Masih Selidiki Penyebab Kematian Nenek yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

“Di segi keagamaan ada persamaan antara umat Hindu dan Budha yaitu wujud persembahyangan sujud pada Tuhan dan leluhur, meminta anugerah, rejeki serta keselamatan dunia dan akhirat,” jelasnya.

I Gusti Putu Joni Wahyu Radiatmaja juga menegaskan, di Kuil Kong Co di sebelah timurnya ada pura yang tempat persembahyangan dari keturunan kami sebagai umat Hindu yang sejak awal berdiri tak ada pertentangan hingga kini.

Minyak CPO Berceceran, Banyak Korban Terjatuh Hingga Dilarikan Kerumah Sakit

“Bahkan kondisi kuil yang didalamnya masih lengkap, dimana terletak ada tempat persembahyangan dengan ada altar serta tempat sesaji yang di rawat serta di jaga dengan ketat. Tak sembarangan bisa masuk karena ini dikhususkan untuk sarana ibadah,” tegasnya.

Keharmonisan ini tetap terjalin indah, bahkan kuil ini ketika Imlek banyak yang melakukan ritual ibadah di kuil Kong Co. Ada yang dari luar pulau Bali seperti Surabaya, dari Kabupaten Singaraja, Kota Denpasar. Bahkan kuil Kong Co ini ada kesamaan dengan kuil yang ada di Kabupaten Gianyar,” pungkasnya. (ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *