Selama 4 Tahun Keliling Dunia, Mateusz Syrek: Saya Senang Tinggal di Jembrana Bali

Persindonesia.com Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Polandia melakukan perjalanan selama 4 tahun mulai pada tahun 2018 mengelilingi dunia dengan menaiki sepeda gayung yang diberi nama “4 Years On A Bike”. WNA tersebut bernama Mateusz Syrek berkebangsaan Polandia, dan tinggal di London Inggris. Mulai perjalananya dari London menuju Asia Tenggara.

Dalam perjalanan 4 tahun menaiki sepeda keliling Dunia, negara yang akan dan sudah dikunjunginya meliput, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Iran, Pakistan, India, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar (Burma), Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Indonesia, Timor Leste, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Angola, Zambia, Mozambik, Tanzania, Kenya, Ethiopia, Sudan, Uganda, Chili, Argentina, Paraguay, Bolivia, Brasil, Venezuela, Guyana, Ekuador, Kuba, Meksiko, AS, dan Kanada.

Menyongsong Konferda PWI Sumut, Henri Sianturi: Pemilih Harus Gunakan Akal Sehat  

Mateusz Syrek memasuki Indonesia pada tahun 2020 melalui Selat Malaka Sumatra Utara menuju Pulau Jawa. Dikarenakan, pada saat itu di Indonesia mengalami wabah pandemi, dirinya tinggal di Yogyakarta selama 1 tahun. Selanjutnya dirinya melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur dan singgah di Surabaya. Melalui kenalannya dengan salah satu asosiasi perjalanan di media sosial facebook, dirinya berkenalan dengan salah satu dosen Bahasa Inggris yang mengajar di UPN Surabaya bernama Laksmi Diana S.S,M.PD berasal dari Jembrana Bali

“Setelah dari Surabaya, saya langsung menuju Bali masuk Melalui PelabuhanGgilimanuk menuju Bali Utara, untuk mengurus kartu imigrasi dan langsung menuju Amlapura dan sampai di Denpasar dan balik lagi ke Buleleng untuk mengurus visa dan paspor. Akan tetapi dikarenakan pandemi kantornya tutup,” terang Mateusz Syrek, Sabtu (7/8/2021).

Bermain Judi Song Diareal Kebun Sawit, 3 Orang Pelaku Diamankan Polsek Tapung

Dirinya baru pertama datang ke Bali, dan merasakan keindahan alam yang sangat cantik. Sebelumnya dirinya mendengar nama Bali di Eropa. “Semua bilang Bali sangat bagus, disana nama Bali terkenal keindahannya dan budayanya, semua berbicara tentang Bali. Ini yang menjadi tujuan saya juga datang kesini dan merasakan langsung apa yang teman-teman bicarakan di Eropa terkait Bali. Selain itu saya juga bertujuan mencari tempat baru yang belum pernah saya kunjungi,” ucapnya.

Ia melanjutkan, dirinya sangat senang tinggal di Bali, penduduknya ramah-ramah, banyak senyum terlihat di semua orang. “Ini saya abadikan dan khusus membawa peralatan seperti kamera drone dan lain-lain dari negara saya. Selanjutnya saya datang ke Jembrana, dalam perjalanan mulai dari sebelum pandemi ini, disini saya ikut vaksin, agar bebas kemana-mana lagi,” ujarnya.

Pemerintah Kota Tegal Siapkan Vaksinasi di Kawasan Pelabuhan

Rencananya, imbuh Syrek, akan tinggal di Jembrana sebentar selama 2 bulan, sambil mengurus visa dan paspor di Buleleng. “Selama saya tinggal di Jembrana dirumah suami kenalan saya di Surabaya, saya melihat begitu banyaknya budaya yang asli penduduk disini sangat bagus, orang-orangnya juga sangat ramah kepada saya. Saya butuh 2 tahun

Syrek mengunkap kekagumannya selama di Jembrana, kagum melihat pura besar di kota, orang-orang bilang itu Pura Jagatnatha sungguh fantastik. “Suasana disini juga saya rasakan di Yogyakarta budayanya kental sekali. Saya senang di Jembrana suasana sejuk dan sepi, kopinya juga enak disini saya senang sekali. Setelah ini saya akan pergi ke Kalimantan melalui Pulau Jawa,” tutupnya. (Sb)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *