Semarakan HUT Bangli ke 821, Tiga Sekaa Gong Kebyar Tampilkan Kreasi Memukau

PersIndonesia.Com,Bangli- Sebanyak tiga (3) Sekaa Gong Kebyar yakni Sekaa Gong Kebyar Dewasa dari Sanggar Siman Art, Banjar Lumbuan Desa Lumbuan, Kecamatan Susut, Sekaa Gong Kebyar Wanita dari Sanggar Nirtya Mandala, Banjar Sukajiwa, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, dan Sekaa Gong Kebyar Anak-anak dari Sanggar Swara Padma Buana, Desa Undisan, Kecamatan Tembuku tampil menyemarakan HUT Kota Bangli ke 821 pada hari Kamis (15/5/25) malam di Alun Alun Bangli.

Penampilan pertama diawali oleh Sekaa Gong Kebyar Wanita dari Sanggar Nirtya Mandala yang membawakan tabuh Lelambatan kreasi baru Tira Kusuma yang digarap oleh seorang seniman yang ada di Kabupaten Bangli. Dimana tabuh lelambatan kreasi ini tetap mengacu dalam pola tradisi yang di kembangkan berdasarkan intuisi estetika.

Baca Juga : Senam Massal dan Pasar Murah Semarakan HUT Bangli ke 821

Penggarap mengacu kepada Spirit Bangli Jengah. Dengan Penata tabuh Gede lolak, Pembina tabuh Darmo, Mangadi, Delon, Koordinator Luh Ketut Alit Andriyani, SST.Par, Penanggung Jawab Nyoman Gede Nuada, SH sekaa gong kebyar ini tampil memukau.

Kemudian disusul penampilan Sekaa Gong Kebyar Anak-anak dari Sanggar Swara Padma Buana, yang menampilkan tabuh Kreasi “Tritaka”. Dimana tabuh ini merupakan penyatuan antara parahyangan, palemahan dan pawongan dalam menyelaraskan semesta keseimbangan Bhuana Alit dan Bhuana Agung. Bhuana Alit dan Bhuana Agung tiada lain adalah alam semesta raya. Konsep ini menjadi landasan bagi penata untuk menyajikan sebuah karya seni tabuh kreasi Tritaka.

Komposisi ini merupakan karya yang memadukan unsur pembentuk musik yang ditata dan diolah mengunakan pola tradisi yang ditonjolkan dan dikembangkan melalui pengolahan melodi, kotekan, hitungan dan ritma, sehingga menjadi keselarasan jalinan sebuah karya seni yang utuh yang dikolaborasikan dengan tari megoak-goakan. Tari ini merupakan refleksi budaya lokal Kabupaten Buleleng yang merepresentasikan warisan luhur etnisitas Bali Utara.

Tarian ini terinspirasi dari permainan tradisional megoak-goakan yang dicetuskan oleh Raja Buleleng, Ki Barak Panji Sakti, pada tahun 1660 M di Desa Panji, Kecamatan Sukasada. Dimana tarian ini sarat nilai kemanusiaan, artistik, dan filosofis, serta memegang peranan penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Dengan Penata Tari Prof. Dr. Ni Luh Sustiawati, M.Pd, Anak Agung Mayun Artati, S.ST., M.Sn, Dr. I Nyoman Cerita, S.ST., MFA, Nyoman Arya Suryawan, S.ST seta Penata Tabuh Dewa Made Merta.

Penampilan selanjutnya dari Sekaa Gong Kebyar Dewasa dari Sanggar Siman Art yang menampilkan garapan berjudul Sajining. Sebuah persembahan yang sarat makna dan tradisi serta menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Budaya Hindu di Pulau Dewata. Terminologi dari kutipan Sajining sendiri berarti persembahan yang tulus, ning Nirmala memberikan sebuah ide dasar dalam penggarapan tabuh nem periring sebagai ungkapan rasa syukur persembahan yang tulus terhadap dunia alam semesta dan dunia seni karawitan khususnya. Dengan Komposer Anak Agung Gede Dalem Kardinata, S.Sn. dan pembina Sang Komang Martahadi, S.Sn.

Baca Juga : Inovasi Terbaru, Kini RSUD Bangli Hadirkan Layanan Klinik Dermato Kosmetik

Sanggar Siman Art juga menampilkan Tari Kreasi Mabuang. Mabuang berasal dari kata Nabuhan yang berarti mempersembahkan, yang bertujuan untuk meminta keselamatan dan menetralisir hal hal negatif. Ritual ini dilaksanakan di Desa Lumbun dan Sulahan yang dilakukan oleh para pemuda di Desa tersebut. Penata terinspirasi dan mengambil esensi dari ritual Mabuang yang kemudian dituangkan kedalam karya tari kreasi kekebyaran yang menonjolkan ritual, semangat dan rasa syukur pemuda dalam melakukan ritual dengan memadukan gerak gerak unik yang berada di dua desa tersebut. Dengan Penata tari Agus jentot, S.Sn.

Di akhir acara PJ Sekda Kabupaten Bangli I Made Ari Pulasari terlihat membagikan uang pembinaan kepada ketiga Sekaa Gong Kebyar yang telah tampil memukau dengan kreasinya, sehingga suasana menjadi semarak. “Selain untuk memeriahkan HUT Kota Bangli penampilan 3 Sekaa Gong Kebyar yang merupakan Duta Kabupaten Bangli pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 Tahun 2025 ini sebagai ajang uji coba sebelum tampil di PKB nanti”, ujarnya.

Terlihat juga hadir pada acara tersebut Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta, Anggota DPRD Bangli Dapil Tembuku serta undangan lain nya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *