Persindonesia.com Jembrana – Setelah berhasil mendirikan Musholla Al-Ihksan di samping halaman kantor Masubdenpom IX/3-2 Jembrana, yang di gagas oleh Dansubdenpom IX/3-2 Negara, Kapten Cpm Doni Kristian, SH.
Kini Dansubdenpom IX/3-2 Negara, Kapten Cpm Doni Kristian, SH menepati janjinya untuk mendirikan sebuah bangunan suci umat Hindu berbentuk padmasana dan penunggu karang yang bertempat di pojok timur laut Masubdenpom IX/3-2 Jembrana.
Hari ini kegiatan peletakan batu pertama, mepralina pelinggih lama dan ngeruk pelinggih baru yang di lakukan oleh Mangku Putu Suardana yang juga aktif di anggota TNI. Senin (05/10/2020).
Bangunan pelinggih padmasana yang berukuran 3.5 ×3.70 meter persegi dibangun dengan dana swadaya dari masyarakat yang turut iklas menyumbang pembangunan tersebut.
Salah satu warga yang ikut menyumbang secara tulis iklas pembangunan pelinggih padmasana ini I Made Suadnyana mengatakan, saya sangat salut dengan bapak Kapten Cpm Doni Kristian, SH selaku Dansubdenpom IX/3-2 Negara yang sudah mau bertoleransi dengan baik.
“itu bisa dilihat dengan terbangunya musholla dan sekarang ada niat bagus sekali beliau mau membangun pelinggih Padmasana untuk umat Hindu, jadinya kerukunan umat beragama kelihatan sangat bagus sekali saya,” ucap pria yang masih bertugas di Kantor Petanahan Pemkab Jembrana.
Suadnyana melanjutkan, dirinya ikut membantu secara iklas walau hanya sekedar bantuan. “Saya iklas walau hanya sekedar bantuan tapi niat saya iklas melihat semangat Kapten Doni bersama anggotanya bersemangat mendirikan pelinggih Padmasana hati saya terketuk untuk ikut membantu,” terangnya.

Saat dikonfirmasi terkait pembangunan pelinggih Padmasana dan Penunggu Karang tersebut Dansubdenpom IX/3-2 Negara, Kapten Cpm Doni Kristian, SH mengatakan, sesuai dengan rencana setelah peresmian dahulu, dirinya selaku pimpinan disini walau pun berbeda agama itu bukan masalah.
“Dengan toleransi dan kebersamaan yang pasti akan hidup lebih selaras lagi saya pikir seperti itu, alhamdulilah hari ini sudah mulai pembangunan Padmasana, sudah ada beberapa rekan-rekan mitra instansi yang terketuk hatinya membantu pelaksanaan bangunan ini,” ujar Kapten Doni.
Ia melanjutkan mudah-mudahan tidak memerlukan waktu yang lama Padma ini sudah bisa berdiri dan dipergunakan oleh umat Hindu. “Terkait pendanaan, dirinya mengaku sampai saat ini belum ada dana yang sudah stand by. “Ini murni bantuan dari rekan-rekan, mitra dan instansi yang punya kepedulian yang sama untuk membangun sarana ibadah ini. Kalau ada kekurangan kita kontak-kontak teman kita dari instansi lain, dan juga ada dari bapak Kapolres yang sudah berkomunikasi tadi dan beliau siap membantu,” jelas Kapten Doni.
Lebih jelasnya Kapten Doni mengatakan, untuk pengerjaan bangunan Padmasana ini seperti moto sebelumnya, dirinya lebih suka dengan cara gotong royong seperti ini sambil belajar dan juga ada anggota juga yang sudah biasa bekerja seperti itu, di bantu oleh rekan yang lain seperti ormas dari mitra. Bila perlu nanti dirinya juga bisa meminta bantuan ke Yonif Mekanis dari Batalion.
“Saya berterima kasih kepada pihak yang sudah membantu, dan saya menghimbau cara-cara seperti ini mungkin kita bisa berdayakan lagi, saya yakin budaya gotong royong ini merupakan akar dari dari rakyat Indonesia, kalau kita baca sejarah orang tua kita dulu untuk membangun rumah tidak membayar tenaga, mereka dengan cara gotong royong ada yang bisa menyumbang tenaga, nyumbang bahan, itu mereka saling bantu membantu antar sesama,” tututp Kapten Doni.
Foto pembangunan Padmasana

(Sub)






