SMAN 1 Kediri Tunggu Komando & Sepenuhnya Siap PTM

Tabanan | persindonesia.com – Kondisi pandemi yang sedang tidak menentu tidak menyurutkan dorongan keinginan masyarakat khususnya wali murid untuk mendorong sekolah tempat putra putri mereka mengenyam pendidikan, untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait Protokol Kesehatan.  Sembari menunggu kondisi yang memungkinkan guna pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka(PTM).
Saat ini sekolah-sekolah bersama stekholdernya dan juga Komite berupaya untuk memenuhi sarana prasarana penunjang Prokes.

Berikut record Media Pers Indonesia(persindonesia.com) di SMAN 1 Kediri Kab.Tabanan, sekolah ini telah melakukan persiapan jauh diawal dan melaksanakan Prokes setiap hari.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kediri Drs.I Wayan Sutaya,S.Pd, kepada awak media yang hadir menuturkan , Protokol Kesehatan sejak awal pandemi kita telah persiapkan dengan matang, secara fisik dan non fisik/mental, sehingga apabila nantinya pemerintah memulai PTM, SMAN 1 Kediri telah siap 100% baik secara fisik dan mental.

Secara fisik diantaranya didepan kelas sudah kami sediakan wastafel / tempat cuci tangan lengkap sabun dengan air mengalir, kami juga menempatkan hand sanitizer di berbagai sudut sekolah termasuk di dalam ruang kelas dan kantor, harus memakai masker tanpa terkecuali dan juga menjaga jarak, ujar Kasek Drs.Sutaya.

Diungkapkan, pada bulan Januari 2021 lalu kita telah melakukan simulasi dengan melibatkan Dinas, desa adat beserta pecalangnya, tim Covid desa dan juga Satgas Covid sekolah, termasuk telah berkoordinasi dengan Puskesmas Kecamatan. Bahkan secara khusus kami juga menyiapkan APD bila ada kejadian yang tidak kita inginkan.

SMAN 1 Kediri telah melaksanakan rapat terkait apa yang harus diterapkan, baik baru masuk kelas hingga ke personil guru harus bebas Covid dan sudah vaksinasi (dengan memperlihatkan dokumen sertifikat sudah divaksinasi). Sedangkan guru yang tidak melakukan vaksinasi karena penyakit bawaan itu harus ada surat keterangan dokter, dan tentu bebas Covid.  Sebagai acuan kami juga berpedoman kepada himbauan yang diberikan oleh Kabupaten, menimang lokasi sekolah kita berada di lingkungan/wilayah Kabupaten, terang Kasek

Lebih lanjut dijelaskan , untuk data kesiapan orang tua/wali murid, sekolah mengirimkan angket kepada para orang tua, jika ada yang tidak setuju akan dilaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ ) “hybrade blanded”.
PTM dengan jumlah peserta sebanyak 50% diaksanakan secara bergilir ,sementara 50%/setengahnya melalui daring, namun untuk kapan dimulainya adalah kewenangan pemerintah dan kapanpun dimulai kami sudah sangat siap dalam pelaksanaanya, demikian hasil bincang dengan Kepala Sekolah Drs.Wayan Sutaya.

Hybride Blended : program yang mengurangi waktu tatap muka dipadukan dengan pembelajaran online atas dasar kesehatan.

Tim.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *