SMKN 3 Denpasar Siapkan Prokes PTM dan Melibatkan Komite

Denpasar | persindonesia.com – Pandemi Covid-19 belum juga berakhir, pemerintah dengan berbagai formula tetap berupaya meredam penyebaran virus yang diungkapkan berasal dari kelewar ini. Salah satu yang sangat penting untuk dilakukan adalah melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat dan benar.
Demikian juga terkait perencanaan Pembelajaran Tatap Muka(TPM) yang sedang digodok persiapannya oleh pemerintah yang sudah barang tentu mendapat respon dari kejenuhan para siswa melaksanakan belajar sistem daring, dan juga rasa kerepotan para orang tua siswa dalam mengawasi ataupun membantu para putra putrinya dalam belajar.

Kepala Sekolah ; Drs.AA. Bagus Wijaya Putra.S.Pd., kepada awak media yang hadir menuturkan ; berdasarkan juknis pemerintah, dalam persiapan PTM, SMKN 3 Denpasar telah sedemikian rupa dalam mempersiapkan sarana dan prasarana Potokol Kesehatan(Prokes), dengan mempersiapkan termogun saat siswa masuk areal sekolah, sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menempatkan handsanitizer disetiap ruang dan sudut sekolah, selalu menerapkan Jaga jarak dan prosentase jumlah kehadiran siswa dalam kelas untuk PTM nanti berdasarkan arahan terakhir jumblah kehadiran siswa dalam kelas sebanyak 25%, pertemuannya juga dibatasi sebanyak dua kali dalam seminggu, dengan durasi yang tak boleh dari 3 jam.
Juga berdasarkan juknis, dalam pengimlpentasian PTM di sekolah, kesiapan Orang Tua/Komite menjadi dasar bisa tidaknya dilaksanakan. Untuk di SMKN 3 Denpasar ini sebagian besar Orang Tua Siawa/Komite telah setuju namun masih ada catatan penting ada beberapa yang blum mengatakan siap, hal itu tentu akan menjadi perhatian serius kita juga, menimang anak – anak kita adalah aset yang paling berharga, masa depan bangsa dan negara, kata Kepala Sekolah.
Selanjutnya diterangkan, ada beberpa model sistem TPM yang bisa diterapkan, dengan kehadiran siswa dikelas sebanyak 25% dan sisanya belajar dirumah melalui daring.  Untuk sistem ini dimana dalam menjaga jarak SMKN 3 Denpasar diuntungkan dengan lokasi yang luas, jadi akan bisa jaga jarak secara optimal dan juga dilakukan penyemprotan disinfektan di luar ruang kelas dan juga nantinya diruang kelas secara periodik.
Juga ada  “Project Based Learning” yakni pembelajaran berbasis projek yang bisa dilakukan di rumah, seperti yang sudah berjalan, terang Kepala Sekolah ; Drs.AA. Bagus Wijaya Putra.

Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *