SMSI Bali Gandeng Kemenparekraf FGD Penguatan Desa Wisata Budaya

Karangasem (Persindo) – Focus Group Discussion (FGD) penguatan destinasi desa wisata Bali, kerjasama Serikat Media Siber Indonesia(SMSI) Bali dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Diselenggarakan di Museum Lontar Desa Penaban Karangasem (Selasa-22 Februari 2022).

Hadir sebagai narasumber dalam FGD, Deputi Bidang Pengembangan Distinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Badan Pariwisata dan Ekonomi kreatif Vinsensius Jemadu,MBA,
Kadispar Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun,A.Par.,MM, Dinas Pariwisata Kab.Karangasem (perwakilan), Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Praktisi pariwisata I Kadek Darmayasa Karang dan Dewa Suta Sastradinata selaku moderator acara.

Perwakilan dari Bendesa Adat Penaban Nengah Sudana, diatas mimbar mengungkapkan, Desa Adat Penaban terdiri dari dua banjar adat yakni Dukuh dan Penaban (Dukuh Penaban), Warga induk desa adat sebanyak 150 KK dan 300 KK bertempat di perantauan, dan atas prakarsa masyarakat desa adat pada tahun 2016 dan didorong oleh pemerintah menjadi desa wisata. Kami berupaya mengangkat potensi yang ada dengan membangun museum lontar seluas 1,1/2 hektar yang isisnya lontar2 terutama yang ada di desa Dukuh Penaban, dengan tujuan awal untuk melestarikan budaya lontar agar bisa dinikmati oleh anak cucu kami. Seiring waktu kehadirin museum yang dibangun dengan swadaya ini membawa daya tarik kunjungan wisata, tutur Nengah Sudana.
Dijelaskan, di dalam museum ada lontar asli dan sedah ada lontar dalam entuk digital, digitalisasi ini dibantu oleh Warga Prancis seorang pemerhati budaya, jelas Nengah Sudana.

Desa Penaban sebagai desa wisata telah beberapa kali mendapat penghargaan diantaranya juara 1 desa wisata katagori mandiri dan di tahun 2020 mendapat dua penghargaan dari Muri dalam hal Muri pemilik ide dan Muri kurator lontar.

Nengah Sudana mengharap ,”kehadiran FGD bisa memberikan suport terutama gedung museum yang kami bangun untuk bisa memenuhi harapan desa adat Dukuh Penaban”, demikian.

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja (Bang Eso) menjelaskan, acara ini berproses cukup panjang, terutama hasil diakusi panjang dengan Deputi yang akhirnya kegiatan ini bisa dilaksanakan hari ini pada 22.2.2022 adalah angka keindahan yang tidak terencana.
Dari kajian dibeberapa desa kami menjatuhkan pilihanan kepada Desa Adat Dukuh Penaban, menimang secara secara kasat mata kreteria menurut porspektif jurnalis sudah layak menjadi desa wisata, namun masih belum mendapat SK sebagai desa wisata dan sekaligus memberikan kesempatan para jurnalis untuk menjadi peserta, juga yang lebih penting ada pesan dari kami kepada pemerintah terkait Desa Dukuh Penaban yang sudah sangat layak mendapatkan SK, kata Edo.

Bang Wdo juga mengungkapkan, masih terjadi black campain yang sangat parah, kampanye negatif diluar negeri dimana Bali dianggap sebagai Provinsi yang kurang bagus dalam menanggani Covid-19.
Melalui FGD ini sesungguhnya kami menyampaikan bahwa Bali sangat safety untuk dikunjungi, ucap Edo.

Kadispar Provinsi Bali Tjok Bagus, Pemayun,A.Par.,MM

Kadispar Provinsi Bali Tjok Bagus, Pemayun,A.Par.,MM, menerangkan, sejalan dengan Visi Nangun sad Kerthi Loka Bali Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali era baru,
dimasa pandemi tren wisatawan cendrung mengunjungi obyek wisata yang sudah bersertifikat CHST. Wisatawan juga cendrung memilih wisata alam yang terbuka, berbasis adat.
Di Bali ada 194 Desa Wisata, berkembang dengan berbagai potensi yang ada, dan secara khusus di Karangasem ada 26 Desa Wisata.
Melalui kegiatan FGD dengan SMSI Bali kami akan memberikan dorongan kepada semua stek holder guna menggeliatkan kembali sektor pariwisata dengan ending tujuan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, ucap Tjok Bagus.

Deputi Vinsensius Jemadu,MBA

Sementara Deputi Vinsensius Jemadu,MBA dalam pemaparannya mengungkapkan, kalo Bali sakit semua akan sakit, sembuhkan dulu Bali dari keterpurukan maka yang lain pasti ikut karena Bali merupakan distinasi global.
Mas Menteri dari awal telah mencanangkan 3 pilar guna pengembangan Desa Wisata; adaptasi, inovasi dan kolaborasi, salah satu kolaboraai yaitu dengan media, mari kita lupakan kompetisi mari kita kedepankan kolaborasi.
Tidak ada kebetulan semua diatur oleh yang kuasa, Desa Dukuh Penaban merupakan lokal campion sebagai rohnya desa wisata dengan pembangunan dari bawah, melalui Desa Wisata.
Ini adalah desa maju dengan kelembagaan yang luarbiasa, ungkap Deputi.
Cuman Deputi masih menyayangkan SK dari Bupati belum diturunkan, “saya harap segera terbitkan SK sebagai Desa Pariwisata, karena harus ada legal pengakuan, sehingga kami bisa interfensi kedalamnya”.

Desa Dukuh Penaban adalah desa wisata yang maju bukan sebagai rintisan, dilihat dari prestasi dan kondisi desa wisata yang sudah berjalan.
“Marikita kembalikan pariwisata Bali kepada rohnya yaitu budaya sebagai fundamental, sehingga mempunyai selling poin sebagai distinasi wisata”, tukas Deputi Vinsensius dilanjutkan dengan membuka FGD.

Praktisi pariwisata Darmayasa Karang

Praktisi pariwisata Darmayasa Karang mengungkapkan, pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat yang trend sekarang ini lebih di kenal dengan Desa wisata merupakan pariwisata yang terdiri dari pengalaman pedesaan, atraksi alam, tradisi, budaya, serta unsur-unsur yang unik yang secara keseluruhan dapat menarik minat wisatawan.
Bali adalah salah satu destinasi wisata terpopuler sehingga pesona keindahan yang memikat terpancar dari keindahan pulau Bali.
Perkembangan Pariwisata Bali dari tahun ke tahun sangat dipengaruhi oleh faktor keragaman budaya yang dimiliki oleh masyarakat Bali.
Oleh karena itu sangat tepat kiranya jika disebut Pariwisata Budaya Bali, ungkap Darmayasa Karang.

Inti yang disampaikan dalam FGD, para narasumber akan berupaya untuk ikut terlibat dalam pengembangan Desa Wisata berbasis budaya, baik dari segi regulasi ataupun trik jitu kedepan dalam menyiasati agar pariwisata Bali kembali seperti semula. Agin segar telah dihembuskan oleh pemerintah terkait kondisi Indonesia dari pandemi sudah akan menjadi endemi, maka pariwisata Bali akan kembali menjadi lokomotif perekonomian masyarakat.

Demikian kutipan singkat pidato dan uraian para narasumber yang di pandu oleh Moderator Dewa Suta Sastradinata(Owner Berita Bali Online), FGD berjalan dengan lancar dengan menerapkan Prokes.

Dipenghujung acara diisi dengan penyerahan kenang kenangan dari Kemenparekraf kepada para narasumber, dan pemberian peghargaan kepada para pemenang lomba konten kreator terkait Desa Wisata.

Pemenang konten kreator dengan nilai tertinggi dimenangkan oleh Radar Bali dengan judul konten Berita pesona desa temukus, pemenang kedua oleh Bali ekspres
dan pemenang ke tiga Gemabali.com.

Secara khusus Deputi juga tidak melewatkan momen untuk mengunjungi museum lontar Desa Dukuh Penaban.

(Gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *