Soal PSI di Jatim Lebih Pilih Prabowo, Erick Komala: Tak Terburu Tentukan Pilihan Lebih Pilih ‘Jomblo’

Surabaya, Persindonesia.com,- Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya Erick Komala menegaskan bahwa pihaknya kurang sepakat dengan pernyataan Ketua DPW PSI Jatim Teguh Cahyadin atau Gus Din yang menyebutkan bahwa kader di Jatim dominan memilih capres Prabowo Subianto.

Erick menegaskan bahwa berdasarkan hasil Kopdarnas akhir Agustus 2023 lalu, PSI masih dalam posisi jomblo alias tidak merapat pada satu capres manapun. Bahkan dukungan untuk capres Ganjar Pranowo juga tengah ditinjau ulang.

“Jadi memang saat ini PSI dalam posisi masih belum memutuskan untuk mendukung siapa-siapa. Kami dalam posisi tidak ingin kesusu atau terburu-buru menentukan calon yang akan diusung dalam Pilpres 2023,” kata Erick, Jumat,1/9/2023.

Dengan begitu, ia menyebut bahwa statemen Ketua DPW PSI Jatim yang menyebut kader di Jatim banyak yang condong memilih Prabowo meenurutnya adalah statemen pribadi. Sehingga tidak mewakili kelembagaan PSI Jatim secara utuh.

Selain itu, ditegaskannya bahwa konsituen PSI di Surabaya pun tidak perlu risau siapapun nanti pemimpin atau presiden Indonesia, wakil rakyat di DPRD Surabaya maupun DPRD Jatim dan bahkan di DPR RI kan tetap memperjuangkan apa yang diinginkan rakyat.

“Konstituen PSI Surabaya khusus nya tidak perlu risau, siapa pun presidennya apabila banyak dari kami ( PSI ) yg duduk di legislatif sampai dengan senayan, kami akan menjadi pemain penting dalam menjaga kestabilan negara dari kesewenangan penguasa,” tegasnya.

Namun saat ditanya secara pribadi terhadap sosok capres Ganjar ataukan Prabowo, Erick Komala yang juga caleg DPRD Jatim ini menyebut bahwa dua duanya masing-masing memiliki kelebihan. Namun juga sebagai manusia pasti juga memiliki kekurangan.

“Menurut saya Pak Ganjar adalah orang yang berani dan punya prestasi bagus dalam jabatannya sebagai gubernur jateng. Akan tetapi sangat disayangkan apabila menjelma menjadi petugas partai saat menjadi presiden nanti. Berbeda dengan Pak Prabowo yang telah menunjukkan karakter yang tegas dan penuh wibawa,” pungkasnya.

Tidak hanya itu Erick menyebut bahwa Prabowo memiliki karakter kuat dan memiliki visi jelas ke depan. Dan yang terpenting, Prabowo memiliki komitmen untuk melanjutkan pemerintahan Jokowi.

“Kita tidak perlu berdebat soal dosa masalalu yang masih belum tentu kebenarannya. Keduanya punya issue negatif yang bisa digoreng. Jadi masyarakat harus tetap bijak dalam menilai seseorang pemimpin,” tegasnya

Untuk itu jika ditanya saat ini PSI akan memberikan dukungan pada siapa, Erick menyebut pihaknya secara pribadi masih bertahan untuk memilih menunggu dan memantapkan pilihan diri.

“Kalau ditanya secara pribadi, saya memilih jomblo. Artinya kita memberi kebebasan dalam memilih siapa presidennya nanti,” pungkas Erick.

Disisi lain, Koordinator Bappilu DPP PSI, Benny Budhijanto turut menanggapi mengenai ketua DPW Jatim yang sudah mendeklarasikan untuk mendukung Probowo Subianto, menurutnya itu hanya dukungan secara pribadi.

“Kami tidak bisa bilang DPW lebih tinggi daripada DPD. Kami rakyat yang cuma kami dikasih jabatan sturktural saja,” ucapnya.

Ke depan, untuk menentukan pilihan, pihaknya akan mengumpulkan 38 DPW dan mengambil suara dari semua kader dan aspirasi masyarakat, hasil tersebut akan diumumkan setelah penetapan Capres Pemilu 2024 pada Oktober nanti.

“Nanti kami akan kumpul lagi. Kita lihat saja. Mungkin kami umumkan setelah dari calon presiden dan wakil presiden. Sekarang belum resmi, masih calon, nanti mungkin November akan kami umumkan,” tandasnya. (Risko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *