Persindonesia.com Medan – Solidaritas wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Berintelektual Indonesia (DPP – FWBI) melakukan aksi damai di bundaran SIB Jalan Gatot Subroto Medan, sebagai bentuk solidaritas terhadap kasus pembunuhan Marsal Harahap, wartawan media online Pematang Siantar yang terjadi beberapa hari lalu.Rabu (23/6/21)
Membawa 308 Bukti, Akankah Sahbirin-Muhidin Didiskualifikasi
Yang terdiri dari lembaga solidaritas wartawan medan ditambah Fungsionari KNPI Medan Timur secara bersama menyuarakan kekecewaan atas tindak kekerasan terhadap wartawan, terutama yang terjadi dalam satu bulan terakhir ini.
Aksi damai itu dimulai dari penandatangan pernyataan, untuk mendukung Poldasu guna mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan Mara Salem Harahap.
Jelas Alex Sander Simatupang selaku koordinator aksi yang sekaligus Ketua Umum DPP-FWB – Indonesia didampingi oleh Sekjen Wesli P Nadapdap, SSi, kepada awak media mengatakan ” kami FWBI beserta para komunitas wartawan Medan, mendukung Polda Sumatera Utara” Irjen Pol Panca Putra. untuk mengungkap dan menangkap pelaku penembakan terhadap Marsal Harahap, yang terjadi beberapa hari lalu.” Urainya.
Anggota Dewan Ada Yang Terpapar Covid-19, Paripurna Ditunda
Sementara itu Irmanda Ketua KNPI Medan Timur yang ikut aksi dan bergabung dalam wadah FWBI, mengorasikan ” kami Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sangat menyesalkan atas kejadian kekerasan terhadap insan pers apalagi hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Kami memberikan doa dan semangat bagi keluarga yang ditinggalkan serta mengharapkan Polda Sumatera Utara bisa cepat mengungkap dan menghukum pelaku dengan seberat beratnya.” teriaknya.
Pada kesempatan yang sama Isron Sinaga Ketua Forum Wartawan Bersih Narkoba (Bersinar) mengatakan ” kami insan pers bukan penjahat, kami berada di empat pilar demokrasi indonesia dalam pembangunan, maka jangan zolimi kami, jangan jauhi kami dan jangan lakukan kekerasan terhadap kami karena kami bukan musuh masyarakat, musuh aparat dan musuh para pejabat, kami adalah mitra informasi pembangunan.” pungkasnya.
Diduga Merugikan Negara 200 Juta, Kadis Parbud Jembrana Akhirnya Ditahan Kejaksaan
Aksi damai yang dimulai dari pukul 11’00 WIB hingga pukul 12’00 WIB berjalan dengan tertib dan aman, serta tetap mengedepankan Protokol Kesehatan. Sebelum para peserta aksi membubarkan diri terlihat mereka saling berucap salam kepada aparat keamanan setempat sebagai bentuk rasa terima kasih. (Sr)






