Persindonesia.com Banyuwangi – Aksi demonstrasi menolak over dimensi over loading (Odol) oleh Konfederasi Sopir Logistik Indonesia (KSLI) tak jadi menutup Pelabuhan ASDP Ketapang.
Perwakilan aksi memilih opsi berangkat ke Jakarta menemui Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi. Pemilihan ospi ini sebetulnya tak satu suara. Penanggung Jawab Demonstrasi KSLI, Slamet Barokah dan para Jenderal Lapangan, Farid Hidayat dkk memilih ke Jakarta bersama perwakilan dari Dishub Banyuwangi serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) karena ingin lekas ada jalan keluar.
KLT.OFFICIAL Gandeng Kapolda Metro Jaya Dalam Pelepasan Bansos Diwilayah Polres Jakarta Timur
Slamet Barokah meyakinkan pendukungnya jika pertemuan di Jakarta tak mencapai kata mufakat seperti keinginan para sopir akan turun ke jalan lagi, “ini keputusan kami, saya selaku penanggung jawab memutuskan untuk berangkat ke Jakarta. Bila nanti tidak ada kata sepakat, kita akan lumpuhkan Banyuwangi lagi,” tuturnya lewat pengeras suara.
Sebaliknya, mayoritas para sopir ingin menduduki Ketapang sebagai bentuk protes atas sikap Bupati Ipuk Festiandani yang tak mau menemui aksinya. Meskipun di deadline sampai pukul 14.00 WIB, istri Abdullah Azwar Anas tersebut tak juga menemui para demonstran.
Menurut Farid Hidayat, aksi KSLI ini sebetulnya dipicu oleh Dishub yang menolak ijin KIR truk yang over dimensi. Namun kebijakan yang sama tidak berlaku bagi armada truk dengan dimensi panjang keluaran pabrikkan.
“Kalau armada tua seperti punya kami ditertibkan, mestinya armada baru juga ditertibkan. Kami melakukan penambahan panjang bak truk karena armada baru panjangnya ditambah. Awalnya truk kami panjang 6 meter. Karena Kementrian Perhubungan mengijinkan truk baru keluaran pabrik dengan dimensi panjang (9 meter), kami mengikuti,” ungkap Farid. (Agus)






