Art Center Denpasar – Semaraknya penyelenggaraan PKB ke XLIV tahun 2022, yang menjadi ajang bergengsi pentas para maestro-maestro seni di Bali, yang mampu menyedot ribuan penonton yang kini sedang melepas kerinduannya untuk aktifitas luar rumah sejak Pandemi Covid-19 yang kian mereda.
Helatan kolosal PKB yang bertema “Danu Kerthi, Huluning Amerta”, Memuliakan Air Sumber Kehidupan, telah mampu mebius Bali kembali menjadi pusat seni budaya di dunia.
Kali ini pada Senin 27 Juni 2022 Sangar Seni Batur Baskara pada penyelenggaraan PKB XLIV tahun 2022, kembali sebagai duta Kabupaten Badung, menampilkan “Pementasan Kesenian Klasik”, dengan mementaskan 3 katagori yakni Tabuh Solo, Legong Karaton dan Tabuh Sekar Emas, pentas digelar di panggung Ayodya kawasan Art Center Denpasar.
Kembali menjadi duta Kab.Badung PKB XLIV tahun 2022, mencerminkan Batur Baskara yang berada di Banjar Pengembungan Desa Bongkasa Abiansemal Badung ini memang menjadi gudangnya para jawara seni kesenian klasik.

Berikut sinopsis tari yang pentaskan ; Tabuh Solo, diciptakan oleh Seniman I Wayan Lotring (alm), merupakan gaya Kuta yang dimainkan dalam Gambelan Palegfongan saih lima. Tabuh Solo ini lahir terinspirasi dari kunjungan Wayan Lotring ke Keraton Surakarta Solo pada tahun 1926. Dan sangat terkesan dan terkenang dengan gaya menabuh orang Jawa di Keraton Solo sehingga lahirlah Tabuh Solo.
Berdasarkan hal tersebut, Pembina mengangkat Tabuh Solo yang biasa dimainkan pada Gambelan Palegongan saih lima ditrasformasikan ke dalam gambelan Semarandana, dengan refrensi atau acuan tabuh Solo gaya Kuta.
Tabuh Sekar Mas : Tabuh Petegak Palegongan Sekar Mas merupakan sebuah karya tabuh yang secara umum dimana konsep musikalnya mengacu kepada konsep musik tradisi yang menggunakan konsep Tri Angga yaitu Kawitan, Pengawak, dan Pangecet, serta karya karawitan klasik ini sangat kaya dan kental terdapat unsur-unsur musikal seperti tempo, irama, melodi, harmoni, dan dinamika, terkolaborasikan menjadi satu irama musik tradisi yang sangat dinamis.

Tari Legong Kraton: Tari Legong Keraton mengambil cerita Panji mengisahkan tentang perjalanan Prabu (Adipati) Lasem yang ingin meminang putri dari Kerajaan Daha (Kediri) yaitu Putri Rangkesari yang sudah terikat jalinan dengan Raden Panji dari Kahuripan.
Diceritakan sang putri menolak pinangan Prabu Lasem, karena ditolak akhirnya melakukan perbuatan tidak terpuji dengan menculik sang puteri, mengetahui hal tersebut raja Daha (Kediri) menyatakan perang terhadap Prabu Lasem. Prabu Lasem juga diserang oleh burung garuda pembawa maut, walaupun berhasil meloloskan diri dari serangan garuda, namun akhirnya tewas saat peperangan melawan raja Daha.

Pembina Sanggar Tari Batur Baskara Jro Mangku Wardana, mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Bali yang telah menyelenggarakan PKB, Pemkab Badung Baik Bupati maupun Sekda, Kepala Dinas Kebudayaan, Camat serta semua perangkat yang membantu sehingga Batur Baskara bisa kembali menjadi Duta Badung dalam penyelenggaraan PKB XLIV tahun 2022.
Kepada media, Pembina Sanggar Batur Baskara Jro Mangku Wardana mengajak serta berpesan kepada masyarakat, “Mari kita bersama-sama melestarikan tari tradisi yang merupakan warisan budaya leluhur, kalau bukan kita siapa lagi, dan melalui tari tradisi nanti kita akan dipersatukan”, kata Jro Mangku Wardana.
Untuk diketahui di belakang layar, selaku pembina tabuh merupakan para maestro-maestro seni klasik diantaranya ; I Gusti Ngurah Pastika Yasa, I Putu Eka Putra, dan I Gede Riky Hermawan dan Ida Ayu Wimba Ruspawati.

Ketua Sanggar Batur Baskara Cahaya Putra Wardana.SH., menjelaskan, Kami dari Sanggar Batur Baskara kembali dipercaya sebagai duta Kabupaten Badung dalam pentas PKB tahun 2022, untuk menampilkan seni klasik dan ada tiga katagori yang kami pentaskan diantaranya ; Pementasan Tabuh Solo, Legong Keraton dan Tabuh Sekar Mas, kami dari sanggar Batur Baskara berkomitman untuk menanampilkan yang terbaik, dengan harapan kedepan kami dilercaya kembali menjadi Duta Kab.Badung, kata Cahaya Wardana.
Diungkapkan, guna mencapai pementasan yang maksimal pihaknya telah melakukan persiapan selama 3 bulan. Juga pihaknya berterimakasih kepada Pemkab Badung dan semua pihak yang terkait.

Sementara Pembina tabuh I Gede Riki Hermawan menjelaskan terkait persiapan, “Berbagai kendala bisa kita atasi bersama secara intern, intinya sebagai Duta Kab.Badung, kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyukseskan penyelenggaraan PKB ini”, demikian.
Acara mendapat sambutan yang luarbiasa oleh penonton, diakhiri dengan foto bersama.
(Gus)






